Jika Ku Bukan Orangnya

 

“Ku tau kau tak bisa katakan yang sejujurnya…

Jika ku bukan orangnya jangan beri aku harapan itu, yang ku mau…

jika ku bukan orangnya jangan pernah katakan sayang dan Cinta…”

 

Hmmmm… tiba-tiba terngiang lagu ini setelah salah satu teman sesenggukan nangis di bahu kiri saya. Saya yang sedang mencoba menjadi teman yang baik baginya hanya mampu memberikan telinga dan bahu untuknya bercerita dan menyandarkan sedikit hatinya di bahu saya yang mungkin tidak setegar itu mampu dibagi duka olehnya. Tapi bukankah kita harus saling tegar satu sama lain?

 

Dari awal saya sudah siap-siap untuk bersedih, siap-siap untuk hal-hal seperti ini terjadi padanya. Saya sudah takut sejak awal bahwa hari ini akan terjadi lagi padanya. Awalnya saya ragu, takut, cemas saat akhirnya ia mulai membuka pintu hatinya setelah sekian lama tertutup cukup rapat. Saya mulai mereka-reka, lelaki seperti apakah yang telah berhasil berkali-kali mengetuk hatinya dan membuat ia membukakan sedikit celah mengintip.

 

Ternyata sangat pedih saat saya tau, lelaki itu tidak hendak masuk ataupun keluar dari pintu, ia hanya berdiri di pintu mengahangi yang ingin masuk atau sekedar menghalangi yang lain untuk mencoba mengetuk. Untuk apa semua itu, aku tidak tau….

 

Dan teman saya ini juga tidak hendak bergerak untuk menutup pintu itu kembali, membiarkan sang lelaki berada di pintu itu, tidak mencoba bertanya apakah ia hendak masuk ataupun keluar.

 

Saya takut hari ini akan terjadi lagi padanya… Saya tidak sanggup jika ia harus mengalami ini kembali di saat saya melihatnya lebih tenang setelah dulu itu menutup pintunya rapat-rapat.

 

Jika memang bukan dia orangnya, mengapa memberi harapan?

Jika memang bukan dia orangnya, mengapa katakan sayang dan Cinta?

 

Kini hanya airmata itu yang kembali harus ku lihat di matanya yang terlalu indah untuk airmata.

 

Mengapa dia yang mengalami ini? Mengapa kamu yang melakuannya padanya? Mengapa aku yang mendengar hal seperti ini?

 

Aku, kamu, dan dia…

 

Sekarang izinkan aku yang menyanyikan lagu ini untukku sendiri…

 

“Jika ku bukan orangnya, jangan pernah katakan sayang dan Cinta…”

 

Jangan pernah berikan harapan palsu padaku, dia atau mereka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s