What a Narsis!

AyawAyawAyawAyawAyawAyaw

 

I am Narscistic!
So what?

There’s problem?

Masalah buat lo?!
And then……………………………………………………………………………………………..
The Problems is YOU!
Jdeeerrrrr!!!!!@

Yeaaahhh…setiap orang pasti punya saat-saat dimana ia tampil lebih narsis. Saat-saat dimana sisi narsisnya lebih keluar!

Yap, disini saya katakan sekali lagi: “Sisi dimana sisi narsisnya lebih keluar!”
Jadi ga usah pada heboh sendiri deh kalo liat yg lagi narsisnya keluar.

Yang perlu kita lebih saling sadari adalah me-MENEJ kapan saatnya sisi narsis itu lebih keluar.
Narsis itu kadang kalo dipikir-pikir perlu juga. Tapi kalo kadarnya kelewatan, bisa jadi nyebelin!

PERCAYALAH!

Saya sih masih agak syok-syok sendiri liat sisi narsis tiap org yang keluar, tapi kemudian ngakak sendiri karena saya sendiri punya sisi narsis yang luar biasa. Seperti poto di atas itu yg djepret saat lagi mau memulai lemburan dengan berbagai file menumpuk. Bukan buat apa-apa sih, cuma dokumentasi aja kalo saya sempat narsis di waktu-waktu ga normal. Tuh kan, dgn menulis kalimat ini aja udah keliatan bagt narsisnya keluar. Sok sibuk!

Yoooo..ayeeaaahhh… it’s me AYAW!
Noraknya!

Eniwei…

sisi narsis saya masih ada, tapi mungkin lebih belajar m-MENEJ aja.

Dan teruntuk sebaris tulisan narsis tentang sebuah kalimat yg terdiri dari serangkaian kata yg pada intinya bermakna: NARSIS, yang beberepa waktu belakangan bikin ruangan saya heboh pengen mabok, saya cuma mau bilang:

“Semoga aja kenarsisan itu diimbangi dengan kualitas yang tetap punya attidude.”

Saya sih bilang begitu karena saya sendiri ngeri dan takut kalo-kalo si pemilik tulisan itu makin sukses, kepala nya makin gede, attitude makin luar biasa narsisnya! Seraaamm…sungguh seram… Dunia ini terdiri dari milyaran manusia yang punya sisi narsis masing-masing, jangan sampe berbenturan aja. Itu harapan saya.
Mari sama-sama mengingatkan dan menyadari untuk saling me-MENEJ kenarsisan!

Sampai jumpa lagi di tulisan narsis saa berikutnya…

Yuuuukkk… mariii… 😀

Cekidot dis pideo!

Bila Hatiku Marah

Run!

 

“Bila hatiku marah dan meneteskan air mata…

karena luka lama yang selalu berulang-ulang…
Bila hatiku marah dan membuat dada terkoyak…

Bila hatiku marah, kau tak akan bahagia…”
(Helena – Bila Hatiku Marah)

 

“Perempuan yang menc*ntaimu, tidak peduli seberapa sering ia disakiti, ia hanya akan memaafkan. Laki-laki yang mungkin menC*ntaimu, tidak peduli sesering apa ia melukai, ia hanya akan melupakan.” (*catatan secarik kertas*)

 

Aku tak pernah bisa marah atas semua ini, tak pernah…

Karena sungguh telah ku relakan diriku menjalani semuanya…

Lalu apa itu C*nta??? Nantilah kita bicarakan lebih lanjut jika Akadnya telah tiba.

 

Namun bila keadaan yg terjadi memaksaku… maka… klik lah link di bawah ini, dengarkan lagunya…

 

Helena – Bila Hatiku Marah

 

*Eaaaaakkk….lagi terinspirasi dikiit nih dari beberapa cerita di sekitar kita. Ajiiibbb nih lagu udah setaunan di hape, entah kapan di donlot, biasanya cuma di dengarkan sambil-sambilan aja, pas lagi ngetik cerita beginian dan nyari-nyari lagu yg pas, dapetnya lagu ini. Huaaaahhhhh… !@#$%^&*()

Tau Tidak?

Kau tau tidak?

Dia tidak sedang menangisi yg terjadi, bahkan ia nikmati.
Dia tidak sedang menghinakan diri, bahkan sedang menahan diri.
Dia tidak melemah, justru ia belajar untuk kuat.

Ia tidak akan menuntut, hanya akan mengucapkan Terimakasih sesering yg ia mampu.
Ia tidak akan menyalahkan, hanya akan selalu meminta Maaf untuk segala hal yang bahkan ia tidak tau.

Tau tidak?

Sesering apa C*nta membuat mu hampir lupa caranya menangis sedih?
Katanya sih….mestinya C*nta saling menebar bahagia, tidak membuatmu lemah atau menghinakan diri.

Jadi, C*ntailah setiap detik yg Allah berikan untukmu. Itu anugrah.
Allah yg membuatmu tetap tersenyum untuk segala hal yang terjadi melalui doa-doa org yang saling Menc*ntai hanya karena Allah. 🙂

And the back sound…

*sowryyy nih sekiranya lagunya kurang pas sama notes di atas abis mau gimana lagi, lagu ini pas lagi booming2 nya! Huwahahahaha…