“Aku mau berterimakasih pada Kakak…”

Februari, di musim yang masih beraroma hujan…

Foto diambil setelah seraching di google dan menemukan foto ini yg berasal dari axioo.com galeri foto disana keren-keren!
Foto diambil setelah searching di google dan menemukan foto ini yg berasal dari axioo.com galeri foto disana keren-keren!

Aku sudah mulai bosan dengan perawatan yang harus dijalani untuk mengembalikan atau sekedar membantu kondisiku menjadi lebih baik. Aku juga tidak tau mengapa sampai terjadi begini. Tidak ada penyakit apapun yang membuat aku mengalami ini, dokter hanya menyarankanku untuk beristirahat sambil terus mengontrol keadaanku dan memberikan perhatian serta obat-obatan. Beliau juga menyarankanku untuk berbicara, mengatakan apa yang hendak aku katakan. Tapi akau bahkan tidak tau mau bicara apa. Katanya aku hanya tertekan oleh keadaan.

Aku bertanya-tanya sendiri, keadaan apa yang telah menekanku hingga begini. Tidak ada angin, tdak ada hujan. Setelah lunch dan bercanda seperti biasa, seketika semua gelap gulita. Lalu semua menjadi gegap gempita, riuh rendah dari kejauhan.  Lalu perlahan aku mulai merasakan bahwa bibir ku mulai berkicau tidak karuan beristighfar. Perlahan aku merasakan mataku terpejam dengan kuat hingga menarik otot Occipitofrontalis, otot Procerrus, dan otot Orbicularis oculli yang berada disekitar alis dan mataku. Perlahan aku merasakan sentuhan di kulitku, aku merasakan ada yang membelaiku, menggenggam tanganku, dn membisikkan ocehan-ocehan sepereti cemas, entah berkata apa. perlahan-lahan aku merasakan kakiku, aku tidak menapak pada tanah dengan kakiku! Aku menapak dengan punggungku! Aku terlentang!!!! Aku kenapa? Aku tidak tau!

Perlahan aku mulai menguasai diriku, tanpa aku mampu menguasai bibirku yang terus-menerus beristighfar. Aku mengetahui bahwa yang membelaiku adalah Papa, dan yang menggenggam tanganku adalah Mama. Mama juga yang cemas berbisik di telingaku, memanggil-manngil namaku. Aku berusaha menguasai seluruh diriku, dan perlahan berkata: “Alhamdulillah, ini ndak apa-apa.”

Aku merasakan seketika tubuhku dipeluk Mama, sementara Papa menciumi keningku. Rasanya aku hampir meledak menangis. Tapi kemana perginya airmataku?

Kemudian disinilah aku, menjalani fase istirahat. Istirahat untuk memulai melanjutkan perjalanan.

Aku masih tidak tau dan tidak mengerti apa yang terjadi. Kata Mama, siang itu setelah makan siang di rumah, aku berjalan ke dapur sementara Mama sedang dalam posisi membelakangiku. Papa sedang duduk di kursi ruang tengah. Papa melihatku berjalan dengan tatapan kosong dari arah dapur, entah hendak menuju kamar, atau ke toilet, lalu tiba-tiba bruuuuuukkk, kepala ku membentur tembok. Tumbang seketika. Papa dengan tubuhnya yang mengalami Stroke berusaha menyeret langkahnya mengejar tubuhku, tapi tak sampai. Aku dengan sukses terbentur pada pegangan tangan sofa di samping pintu kamar, lalu terbanting lagi ke lantai.

Seminggu sejak kejadian itu, kondisiku naik-turun tidak menentu. Mudah sekali baik-baik saja, tapi juga mudah sekali drop.  Aku tidak mau berobat, aku hanya mau menjalani hari-hari dan aktifotas seperti biasa. Lalu disinilah aku dengan penuh paksaan dan tipu daya, aku dimasukkan ke dalam Rumah Sakit ini untuk menjalani perawatan.

Tidak sedikitpun mereka yang menyayangiku meninggalkanku, mereka semua silih berganti menunguiku, menjagaku, tertawa bersamaku. Bertingkah lucu, atau bahkan bertengkar heboh seperti biasa bersamaku. Aku bersyukur berada dalam keluarga serta sahabat yang sabar dan peduli padaku. Meski kadang aku sendiri yang tidak sabar dan tidak peduli dengan diriku.

Mereka masih saja sabar menungguiku berbicara tentang apa yang hendak aku bicarakan, mereka silih berganti memberikan ruang, tempat dan waktu bagiku untuk berbicara kapan saja. Telinga hati mereka siap mendengarkannya. Aku tau itu, tapi sungguh aku tidak tau mau cerita apa. Beberapa bahkan menyodorkan Diary baru padaku atau menyodorkan Laptop padaku. Yeaaaah, aku suka sekali menulis. Tapi kali itu aku tidak tau mau menulis apa selain rasa bahagiaku karena berada bersama mereka.

Lalu disinilah aku, berjalan-jalan sendiri di taman Rumah Sakit. Aku meminta waktu untuk diriku sendiri.  Aku meminta mereka untuk pulang saja beberapa saat untuk mengurus diri. Kondisiku juga sudah muali stabil. Kondisiku memang tidak buruk, secara fisik baik-baik saja. Hanya saja tiba-tiba mudah drop.

Pada bangku taman yang panjang, diujungnya aku bertemu pada sesosok laki-laki. Kalau tidak salah, aku mengenalinya. Tapi aku tidak berminat untuk ramah-tamah. Aku terus saja berjalan.

“Sudah mulai baikan?”

Aku terkejut dan menoleh, ku pikir dia berbicara pada seseorang, dan ternyata seseorang itu AKU.

Saat aku menoleh dan sepersekian detik bertemu dengan matanya, aku langsung mengenalinya. Aku pernah membaca ada banyak cara seseorang dengan orang lainnya saling mengenali, ada yang mengenali memalui fisik, jiwa, sikap, foremon, cara berbicara, cara berbahasa, ekspresi dan lain-lain. Dan entah mengapa aku baru menyadari bahwa aku mengenalinya dari sorot mata.  Dia Kakak. Aku memanggilnya begitu dari dulu.

Setelah berbincang-bincang, aku tau dia disana karena Ibu-nya juga sedang dirawat disana. Aku sibuk menanyai keadaan Ibu karena memang sudah lama sekali aku tidak bertemu Ibu. Ibu memang sudah dari dulu sering sakit-sakitan. keluar masuk RS. Aku ingin sekali bertemu, tapi kakak bilang jangan sekarang karena Ibu sedang istirahat. Kakak juga bilang bahwa Ibu dilarikan ke RS dihari yang sama saat aku juga dilarikan di RS. Kakak telah bertemu keluargaku.

Aku tidak ingat sudah sebanyak apa berbicara pada Kakak. Meski yang aku bicarakan hanya tentang hal-hal disekitar, entah tentang daun yang gugur dan jatuh tepat di pangkuanku, entah itu tentang angin yang bertiup dan mengepakkan jilbabku lalu membuatku tertawa, entah tentang Kakak yg sekarang sudah menjadi lebih tinggi dariku dan keliatan lebih Lelaki dari terakhir kali aku lihat. Banyak sekali. Tidak membuatku tertawa terbahak-bahak, tapi cukup membuatku tersenyum dan lebih lega karena hanya membicarakan hal-hal yang di depan mata.

Tanpa terasa telah berjalan sampai di gerbang RS. Lucu memang, aku dengan seragam pasien sudah berjalan sampai di gerbang RS!

“Udah sampai di gerbang nih, kamu mau kemana?”

Aku sendiri bingung ditanya begitu. “Lho? Emang mau kemana? Sampai disini aja dulu, tar kalo keluar dari sini, aku dikirain pasien yang kabur, Kak!”

“Bukannya emang udah kabur dari tadi? Batasan kamu cuma sampai Taman lho. Ini udah sampe gerbang.”

Aku menoleh ke arah Taman yang tertinggal sudah jauuuuuh sekali di balik tembok-tembok sana. “Hahahahahah, iya, ternyata udah jauh. Ya udah, aku kembali ke kamar aja. Perawatannya kan belum selesai. Kasian tar Perawat dan Dokternya nyariin. Tar yg jenguk juga panik nyariin. Tar dikira pingsan dimanaaaa gitu.”

Seketika Kakak membalikkan tubuh dan berdiri tepat di depanku, menatap tepat di mataku. “Satu yang aku pelajari dari dulu tentang kamu. Selalu dan terlalu berempati pada semua orang. Bahkan untuk melangkah saja, kamu memikirkan pertimbangan perasaan orang-orang yang ada di depan, belakang dan sampingmu. Bahkan untuk segala kondisi apapun itu, kamu sibuk memikirkan mengapa semua ini terjadi lalu sibuk bertanya dan menyalahkan diri mengapa kamu tidak bisa lebih membantu yang lainnya. Dan segala emosi yang ada pada semua makhluk yang ada disekitarmu, menguasai dirimu sendiri. Padahal biarkan mereka dengan emosi mereka sendiri. Lihat dirimu, temukan emosi mu sendiri. Untuk sejenak biarkan emosimu yang menguasai dirimu sendiri. Hidup ini kenyataan. Tiap detik selalu ada trik dan intrik. Kamu tidak bisa keras pada prinsip mu mengenai konsep hidup bahwa ini tentang Kebenaran hingga tidak boleh ada sedikitpun Kesalahan dan Kebohongan. Cobalah mengkombinasikan semuanya, hidup itu benar-benar indah dengan beberapa kesalahan yang akan membuatmu menikmati semua Kebenaran yang nyata. Tidak ada perjalanan yang benar-benar mulus jika kamu benar-benar berjalan. Lihatlah begitu banyak orang-orang yang peduli kebahagiaanmu, mereka tidak mau kamu menjadi apa yang mereka mau. mereka semua mau kamu menjadi apa yang kamu mau. Jangan balikkan kenyataan itu dengan persepsi mu yang selalu dan terlalu berempati pada perasaan mereka.”

Aku terkejut, terpana, dan tidak berkedip selama Kakak berbicara. Barusan itu Kakak bicara apa, aku tidak mengerti dengan jelas maksudnya.

Lalu Kakak berbalik lagi, meninggalkan aku yang masih berdiri mematung, tidak mengerti. tapi berusaha mengulang-ngulang kalimat itu dengan mengingat semampuku. Apa maksudnya? Ku tatap punggungnya yang memang sekarang terlihat jauh lebih bidang dari zaman dulu, bahunya yang tegap dan kokoh, lebih dari yang dulu. Waktu telah berlalu entah untuk menyembuhkan lukanya atau memperberat lukanya.

Kakak berbalik dan melambai padaku sambil tertawa. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat Kakak bertingkah seperti itu melambai sambil tertawa. Seoalh meggodaku untuk datang dan penasaran pada apa yang terjadi disana. Aku tersenyum dan melangkah juga ke arahnya. Ternyata ada penjual mainan anak-anak. Aku tertawa. Kakak memintaku memilih satu balon yang aku suka. Masalahnya aku suka semua. Hahahahahah, Kakak dengan tegas dan sedikit merajuk mengatakan satu saja! Lucu sekali, benar-benar sudah lama rasanya tidak melihat Kakak begitu.

Kemudian, berjalan beriringan kembali menuju kamar Perawatanku melalui Taman. Aku berjalan di sisinya sambil memegang tali balon yang melayang di atas kepalaku. Sementara Kakak disampingku berjalan sambil menahan senyum, berusaha memasang wajah serius, sesekali aku menertawakannya.

Aku pun melihat ekpresi orang-orang disekitarku, ada yang senyum-senyum, ada yang nunjuk-nunjuk ke arah Kakak, ada yang tertawa. Lalu anak-naka kecil berlarian ke arahku, melompat-lompat tertawa bahagia. Bagaimana tidak? Selain tadi aku memilih satu balon, aku meminta Kakak untuk membeli Balon-Balon warna-warni yang ditiup itu, yang seperti busa sabun! Aku meminta Kakak menghujaniku dengan balon sabun warna-warni itu sepanjang jalan. Berlebihan memang, tapi kapan lagi aku bisa melihat Kakak begitu. Hahahahaha…. 😀

Setelah tertawa-tawa bersama anak-anak yang ada disitu, balon warna -warni yang Kakak tiup pun habis. Aku tak henti-hentinya tertawa. Lucu sekali rasanya membuat Kakak yang berwajah serius melakukan itu. Dan aku bersyukur masih sempat meliahtnya tertawa dan bertingkah begitu. Aku berusaha benar-benar menahan senyum secara sebunyi-sembunyi hingga aku sampai di pintu Kamar Perawatan. Rasanya persarafan pada otot Zygomaticus-ku kebas karena ototnya kontraksi terus menerus. Sebelum aku masuk ke Kamar, Kakak sempat bilang:

“Kapanpun kamu mau, ingin dan ada kesempatan, dan merasa siap untuk bercerita, cerita saja padaku. Di umurmu yang segini, berbicara pada Boneka itu bukan hal yang cukup wajar. Aku bisa memberikan reaksi, sementara dia tidak.”

Lalu berbalik denga terburu-buru, hilang di belokan lorong depan. Aku yang berdiri pegangan pada pintu yang setengah terbuka menjadi bingung. Lalu menatap BoENeka-ku yg duduk dengan manisnya di pinggiran tempat tidur. Ah, dia teman tidurku, temanku meracaukan apa saja setelah aku bercerita pada Tuhan.

Aku masih mengenggam balon yang tadi dibelikan Kakak karena aku lupa bawa dompet dan aku bersikeras akan membayar padanya lain kali. Aku jadi teringat saat Kakak membayarkanku balon ini, saat Kakak mengeluarkan dompet, aku terkejut bahwa Kakak masih memakai dompet itu. Dompet yang pernah aku paksa untuk membelinya karena Kakak hampir selalu kehilangan uang karena tidak menyimpan Uang dengan teratur dan rapi, hanya dimasukkan kantong atau tas dengan sembarangan. Dan aku lebih terkejut lagi saat Kakak membuka dompet, aku sekilas dapat melihat sendiri didalamnya, diantara foto-foto lainnya, ada bagian kecil fotoku, aku yang masih dikuncir dua. Orang macam apa yang menyimpan foto aku yang seperti itu di dompetnya?! Sedikit ingin marah, tapi tidak jadi.

Aku menutup pintu kamar Perawatan, mendapati diriku sendiri. Lalu ku buka gorden, ingin melihat Taman dari sini. Ternyata ramai sekali anak-anak bermain balon warna-warni, keluarganya menghibur mereka dengan balon warna-warni, disela-sela mereka yg tengah dirawat, atau mereka yg sedang menjenguk orang yg mereka sayangi tengah dirawat disini.

Aku lelah, ingin rebahan, ingin bercerita pada BoENeka-ku. Saat menutup gorden, tanganku menyentuh sebuah tali, saat aku menariknya, ternyata ada balon tersembunyi di balik gorden. Balon yang persis sama dengan yang aku pilih tadi. Berbentuk Ikan Nemo dalam film Finding Nemo. Dan aku baru mengerti kenapa tadi Kakak memaksaku memilih bentuk Balon yang lain, ternyata karena aku sudah pernah punya Nemo sebelumnya. Apa salahnya memiliki bentuk lainnya. Tapi ternayata aku bersikeras tidak mau yang lainnya. Malah ngerjain Kakak dengan harus menghujaniku dengan balon warna-warni. Hahahahahaha… 😀

Dan aku tiduran sambil meletakkan 2 balon Nemo di dekatku, lucu sekali. Lalu aku menatap mata Teman Tidurku, berbisik padanya: “Aku mau berterimakasih pada Kakak…”

Grow Old With You

Hi, You!

Tengkiyu yaaaaa for always understanding Me!
Accepted Me as I am!

*Tenooooooooooooooooooooooooootttt!!!! Stop dulu! Ganti Bahasa!

Ternyata emang susah untuk mengungkapkan. Udah nyoba sok pake English, ternyata malah lebih sulit!

Yeaaaahhh, intinya. Terimakasih untuk telah menerima untuk kemudian memberi.

Terimakasih untuk menerima ku dengan semua impian dan cita-citaku yang kadang gebunya suka kelewatan.

Terimakasih untuk mengerti, memahami, dan tetap tabah dalam sabar.  Howahahahahaha…

Yeah, kita hanya cukup menyadari bahwa ini bukanlah perjalan singkat ataupun panjang. Juga bukan Euforia C*nta baru ataupun C*nta yang dipertahankan. Juga bukan sesuatu yang kelewata gairah Muda untuk mengingat setiap detail kecil. Kadang aku melupakan banyak hal, dan kamu mengingatkannya. Kadang kamu lupa untukmpeduli beberapa hal, aku juga malah lupa! Huwahahahaha… :p

Sebenarnya aku ingat, hanya pura-pura untuk pura-pura ga ingat!

Terimakasih untuk memberikanku kesempatan untuk terus berdaya dengan apa yang ku mau. Terimakasih untuk memberikan banyak supprot meski aku sering menyebalkan. Terimakasih untuk menerimaku dan memberiku banyak hal yang tidak akan dapat aku gantikan.

Kamu hanya harus tau….

All I wanna do is grow old with You!

Udah aaaahhh!!!!!
Bingung mau tulis apa!!!!
semua kata-kata yang tadinya udah menari-nari di kepala saat diperjalanan, malah terbang begitu saja saat mau ditulis!

Emang tiada kata untuk mengungkapkannya!

 

__________________________________________________________________________________________________________________________________________

*Siang-siang bolong larut dalam lagu Grow Old With YOu!
yes, only You!
Selamat Siang untuk Kamu, ya Kamu! Ga usah sok-sok cemburu dengan perselingkuhan ku pada kecintaan ku terhadap tulis-menulis! Aku hanya berselingkuh pada kata-kata ini saja! Percayalah hanya Kamu saja!

Berselingkuh dengan “kata-kata”!

Ketika Rindu

Ini kali berikutnya kembali hanya menuliskan sesuatu tentang Rindu.

Masih sama seperti tulisan Rindu yang lalu. Bermunculanlah reaksi: “Benarkah ini kamu? Benarkah kamu merasakan Rindu yang sesakit itu? Hey…keluarlah dari tubuh itu! Itu bukan tempatmu! Jangan ganggu tubuh dan jiwa itu dengan Rindu yang seperti itu! Biarkan dia dengan hidupnya yang lepas dan memrcikkan tawa pada semua!”

Lalu… bagaimana jika saya katakan. Ya, yang itu juga tulisan saya tentang Rindu.

Yah, apapun itu yg terjadi saat ini, mungkin saja ini hanya Rindu yang tidak lagi bisa menahan gebunya. Hingga terkadang emosi membuncah dan bertahta sedemikan rupa. Menguasai singgasana keegoisan. Bahwa ini hanya Rindu!

Itu saja! Dan tidak mau mengerti apa-apa lagi selain hanya Rindu!

Kebutuhan untuk berpisah itu usai sudah. Maka bertemulah kita!
Sudahi semua belenggu emosi dan gengsi!

Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri di hadapanmu!
Begitupun kamu!
Hanya saling Rindu! Itu saja!

Maka mengamuklah se-amuk-amuknya!
Berteriaklah sekeras-kerasnya!
Tertawalah sebahagia-bahagianya!
Menangislah seraung-raungnya!

Itu hanya Rindu!
Sudah itu saja!

Biarkan aku tau bahwa kamu Rindu!
Biarkan kamu tau bahwa aku Rindu!

Karena terkadang Rindu sudah tak bisa lagi hanya menjadi Cinta yang menantikan Rangga dalam beberapa Purnama.

Rindu juga bisa menjadi Hamid dan Zainab yang tau kemana asal dan muara Rindunya serta batasan hingga waktunya tiba atas ridho-Nya!

Ya Tuhan. Aku Rindu!

——————————————————————————————————–

Sebuah lirik lagu:
“Ketika rindu ada di hati, tak ada waktu yang memisahkan kita, kita harus berjumpa!
Ketika rindu ada di hati, tak ada tempat yang memisahkan kita, kita harus bersama!”

——————————————————————————————————–

Jarak dan waktu adalah milik  Allah dan rahasia Allah yang Maha Kuasa.

Jarak yang jauh hanya menguji kesungguhan, jarak dekat yang dekat hanya menguji ketulusan.

Waktu yang singkat hanya menguji pemahaman. Waktu yang lama hanya menguji kesabaran.

—————————————————————————————————

Mulai deh!

Hoooooollllaaaaa!!!

Ga ada yang terlalu penting untuk di tulis sih, cuma sdg istirahat sejenak aja dari keriuh rendahan file-file yang minta digodain! Emangnya eyke apaan sampe harus godain itu file-file yang ga gantenk pake “K”.

Burhubung dari pada saya bengong ngitungin ayam *gimana bisa ada ayam masuk kantor? Pliiiiss ga usah tanya saya! saya juga ga tau! Itu cuma nulis aja!

Di kantor lagi sepi iiih! Ditinggal rekan kerja *baca: Partner in Crime* lagi Hanimun *baca: HoneyMoon* ke Bali!!!!!!!!!

Tadi malam sih sebelum pagi ini beliau berangkat, beliau nyempetin ke rumah saya, kali aja beliau mau ngecheck bayg*n utk teman kesepian saya udah tersedia belom untuk beberapa hari ke depan. *Lebay Luar Biasa*

Bingung nih, slide ngajar udah selesai, rekapan minggu ini juga udah selesai, baca buku dan artikel baru juga udah, tereak-terak nyanyi pake toa juga udah…

Kadang emang pengen sendiri, kadang malah berasa banget sepinya kalo sendiri. Beeeeggghhh… ini udah detik ke 210 saya cuma pegangin DVD nya Naughty Kiss, pengen banget nonton Baek Seung Jo untuk yang kesejuta kainya!
Heiiiii Oppa Baek Seung Jo!!!!!!

Tapi DVD nya ga bisa ditonton lagiiiiii!!!!!! DVD nya pataaaaaaahhhhh!!!! Akibat keseringan dibawa-bawa kemana-mana!!!!! Kemaren sih udah beli yang baru, tapi lagi dipinjam sama Nia Rama!
Awas aja kalo Nia Rama sampe hak patenin Baek Seung Jo sebagai Pacar  nya!  Saya udah lebih duluan hak patenin Baek Seung Jo sebagai Pacar saya! *bahasan ga penting*

Eniiiweiiiii…

Saya beneran udah ga tau mau ngapain lagi inih!!!!
Boss yang baik hatiiiiii, boleh ga kalo saya pulang aja? Muwehewhewhewhewhew…

Okesip, kalo nanti ruangan saya ditelpon ga ada yang nyaut, ruangan saya lampunya mati, atau digedor-gedor hanya keheningan yang dijumpai, berarti sayaaaaa….. BUKAN PINGSAN!!!!

Hanya ketiduran!

Tidurnya juga bentaaarrrrr kokkkkkkk!!!!
Saya cukup tau diri kalo masih ada file dan schedule kerjaan yg harus segera diselsaikan.

EEEEEEEeeeneiiweeeiiii, itu temen saya yg sdg Hanimun kok ya belom ada kabar beritanya!!!! Padahal katanya mau terus apdet informasi tempat-tempat wokeh dan kuliner enak disanaaaaahhhh! 

Oooohhhh sudahlah Yaw!

Kembali pada kenyataan!

Bukankah hidupmu adalah A (Ayaw) ???? Yang diawali dengan B (Birth). Di tutup dengan D (Death). Sadarkah bahwa diantara B dan D itu ada C (Chioce), dan disetiap pilihan, pasti ada resiko dan tanggung jawab yang harus dijalani!!!

*tumben waraaaassss!

Udah aaahhhh, lapar! Byeeeee….

Surat Keterangan Sakit

 

Sumber poto: Nyomot dari Google

 

Assalamualaikum…

Dengan hormat dan salam takzim dari saya,

bersama ini saya sampaikan bahwa saya dalam keadaan sakit dan tidak punya keinginan untuk melihat atau bahkan tau apapun tentang kamu lagi.

Hal apapun yang menyebabkan sakitnya saya, tidak usah coba tanyakan atau cari tau, atau sekedar menanyakan keadaan saya. Itu benar-benar tidak perlu, karena saya yakin bahwa saya akan sembuh dengan sendirinya! Walaupun saya ga tau bisa cepat ataupun hampir tidak pernah sembuh.

Sehubungan dengan sakitnya saya ini, saya mohon agar kamu segera berangkat jauh dari hati dan pikiran saya. Saya berharap kamu dapat membawa semua kenangan itu sendiri! Jangan bagi dengan saya lagi! Apapun yang terjadi, tolong jangan tanyakan keadaan saya! Melalui siapapun atau apapun! Tolong jangan cari tau tentang saya lagi! Karena saya pun juga akan segera melakukan itu!

Segala kejadian yang telah lalu sungguh sudah saya biarkan begitu saja, sebaiknya begitu juga dengan kamu. Semua mereka yang masih berada di sekitarmu itu, saya sudah cukup bersabar untuk menerima keadaan itu. Tapi kini tidak lagi. Saya tidak mengizinkan hati saya sakit lagi berkali-kali! Tidak pernah mudah untuk menc*ntaimu selama itu. Meruntuhkan prinsip saya untuk jatuh C*nta hanya sekali seumur hidup, menerima c*nta apa adanya, apa adanya dengan semua simpanan-simpanan mu itu. Cukup sudah.

Saya sudah sakit parah, sehingga surat keterangan sakit ini keluar. Jadi saya harap, tolong berhenti menghubungi saya melalui apapun! Tidak usah berpura-pura membuat akun baru untuk menyapa saya, atau menanyakan kabar saya melalui siapapun! Dan tidak usah sibuk meratapi bahwa tidak ada yang pernah setabah saya menerima dirimu! Karena memang tidak akan ada pasangan yang menerima disakiti berkali-kali dengan sengaja hanya karena sadar bahwa pasangannya itu sudah pasti menerimanya karena sebelumnya tidak pernah mengenal C*Nta! Saya tidak mau begitu lagi!

Saya sudah sakit, dan akan sembuh!

Demikian surat keterangan sakit ini saya buat, agar diharapkan dapat dipergunakan sekali dan terakhir kalinya untuk kamu!

Semoga kamu tetap  bahagia

Wasalam.

——————————————————————————————————————————————

Tulisan di atas telah di publikasikan dalam akun saya di ngerumpi.com untuk seorang warga ngerumpi yang telah berbagi ceritanya melalui akun ngerumpi.com

Terimakasih kepada Joko (*bukan nama sebenarnya*) yg telah berbagi kisah konyol yang membuat saya tertawa terbahak-bahak dan telah mempercayakan saya untuk membuatkannya surat sakit ini (*tentunya dengan banyak bagian yg di edit, karena ada banyak hal pada surat ini yang hanya saya perlihatkan pada Joko si pemilik surat. :p ) walaupun saya ga tau surat ini di alamatkan kemana.

Ga mungkin donk yaaaa, saya nyanyi lagunya Ayu Ting Ting hanya demi nganterin surat si Joko ini! Gilaaaa aja!

Kemanaaaaaa…kemanaaaaaa…kemanaaaa… ku harus mencariii kemaaaanaaaaa….???!!!

Sesuai dengan Mottonya warga ngerumpi.com: “Ngerumpi dengan Hati”.

Saya mengerti, yang lain juga mengerti kok Ko…. (*sapaan sok akrab dengan Joko). Ini bisa terjadi pada siapa saja, percayalah. Ini hanya hal biasa. Bahkan hampir semua pernah merasakannya atau bahkan mungkin malah menjadi pelakunya.

Ada kami warga ngerumpi.com , kamu ga sendiri Ko… (*lagi-lagi sok akrab dengan Joko)
Beri semangat untuk Joko!!! Give us “J” for Joy! Give us “O” for Opportunity! Give us “K” for “Kindly”! Give us “O” for Outstanding!

Guuubbbraaaaagggg!!!!

Aaaarrrggghh!!! Maksa bener ga siiih itu cheerleader penyemangatnyaaa??!!




Udah aaaahhh… yuuuuukkkk mariiiii…

Lanjuuutttt ngerumpiiiii dengan cerdas di ngerumpi.com

Ciiiiiiluuuuuukkkk bwwwwwaaaahhhh!

Pulang karena C*nta

Image

Alhamdulillah… Sudah di rumah…

Tempat yang paling dirindukan adalah tempat dimana seluruh hati, jiwa, raga, pikiran, mental, fisik dan spiritual kita bisa merasa benar-benar pulang.

Samakah Pulang dengan Kembali?

Ummmhhh…entahlah.

Yang jelas, bagi saya yang paling imut ini Pulang adalah tempat tujuan akhir setelah kita menjelajahi berbagai tempat.  Pulang untuk beritirahat sejenak dari semuanya. Sementara kembali, bisa saja memungkinkan kita untuk pergi lagi. Dan pulang selalu membawa seluruh diri dan sejauh apapun dan bagaimanapun kite semua pasti pulang dan belum tentu kembali ke tempat sebelumnya.

Maka kali ini saya hanya akan menulis tentang “Pulang”. Karena saya tidak kembali untuk pergi lagi, hanya Pulang untuk pergi, lalu Pulang lagi. Selalu pulang ke hati-hati yang saling menC*ntai. Tanpa harus kembali.

Hewhewhew… ngomong apa sih ini! Bahasa tingkat tinggi kayaknya!

Fist, I wanna say something:

TERIMAKASIH UNTUK MAMA, PAPA, BING ANUNG-KU, BING KWEK-KWEK-KU, SELURUH KELUARGA BESAR TERSAYANG, SAUDARI-SAUDARI SISTERHOOD (THOBII_THUCII DAN ARISAN CLUB), SERTA SELURUUUUUUH SAHABAT-SAHABAT JIWA SAYA DIMANAPUN KALIAN BERADA! DANB KEPADA INSPIRATOR SAYA: GURU, DOSEN, DAN MAHASISWA SAYA! TERIMAKASIH UNTUK DOA, SUPPORT DAN PENGERTIANNYA UNTUK WAKTU-WAKTU 3 SEMESTER TERAKHIR INI! BIG TENGKIYUUUUU… SEMOGA ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN SEMUANYA DAN MEMBERKAHI KITA SEMUA. AMIN YA RABBAL ALAMIN…”

Setelah perjalanan kemarin-kemarin itu, sekarang saya sudah pulang. Saat ini saya katakan pulang. karena disinilah saat ini tujuan saya. Pulang menuju hati-hati yang saling menyangi dan memahami, meski terkadang tidak persis satu keinginan. Keberbedaan keinginan itupun adalah sebuah kebutuhan. Keterpisahan pun juga sebuah kebutuhan.

Sampai nanti kebutuhan untuk berpisah itu usai sudah. Maka kita akan pulang saat tau mengapa selalu ada hati yang bisa dikatakan sebagai tempat untuk pulang. Kemana lagi kita akan pergi setelah menjelajahi bumi ini? Kemana lagi? Selain hanya PULANG.

Pulang yang tidak hanya sekedar pulang. Kita semua pasti pulang ke tempat kita berasal. Pada sang Pemilik Pulang itu, Allah SWT.

Saya selalu punya rahasia yang saya minta dan mohonkan pada Allah, tentang sebuah Pulang. Dan cukuplah Allah saja yang tau tentang Pulang yang saya maksud, bahwa Pulangnya saya hanya kepadaNya.

Kemarin, saya begitu cemas hendak berangkat. Sibuk memikirkan bagaimana nanti, bagaimana kembali. Karena seluruh keinginan saya hanya ingin membawa mereka semua yang menyayangi saya. Yang telah merelakan dirinya untuk banyaknya cita-cita saya. Maka kerelaan mereka itulah saya sebut sebagai C*nta. Maka saya tidak akan meu menggantikan C*nta mereka dengan luka. Dan saya telah berusaha diiringi dengan doa saya dan doa dari semua.

Disanalah saya kemarin. Membawa C*nta mereka di dalam jiwa saya. menebarkan senyum bahagia, bahwa ada C*nta yang dikembangkan Allah diantara kita semua.

Awawawawawwww!!! Bahasanyaaaaa ngeriiiii!

Persis seperti postingan yang lalu, saya tuliskan sebuah lirik lagu Joy yang sempat dinobatkan gelar Indonesian Idol:

Dan bilaaa aku berdiriiii tegar sampai hari ini, bukan karena kuat dan hebatku! Semuaaaaa karena C*ntaaaa, semuaaaa karena C*nta! Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terimakasih C*nta!

Ternyata beneran ada lagu itu lhoooo setelah nama saya dipanggil ke podium! Saya benar-benar terharu sekali! 8 orang paduan suara itu menyanyikan dengan sangat harmonis, bagaimana bisa saya tidak menitikkan air mata?!!!!

Tapi saya menahannya! Bukankah saya telah berjanji untuk tidak memangis lagi setelah saya telah terlebih dahulu menangis? Jadi tidak ada alasan saya akan memangis lagi hari itu.

Berdiri di podium, semua yang saya sayangi tidak ada disana. Tapi saya yakin bahwa Allah saling mendekatkan hati saya pada mereka. Maka sebelum saya turun podium, saya berikan salam penuh takzim dengan hormat tertunduk pada audience, dengan mata terpejam, saya merasakan mereka semua ada disana, tersenyum….dan beberapa jejingkrakan bertepuk tangan, bahkan ada yang joget-joget sengaja untuk membuat saya tergelak.

Air itu tidak mengalir diluar, jatuhnya ke dalam. Jauuuuh hingga tidak menemukan dasarnya. Saya menjadi yang terbaik semampu saya, untuk membalas kerelaan C*nta mereka hanya karena Allah.
Saya memang bukan yang terbaik dari yang lainnya, tapi inilah saya, yang terbaik dari saya.

Kini saya pulang. Membawa air yang tidak menemukan dasar itu pada tempatnya berasal. Agar ia hanya akan keluar disaat yang tepat sesuai tempatnya.

Senyum akan terus merekah, dan apa yang tampak berasal dari apa yang tidak tampak.

KeC*ntaan saya pada semua yang saling menC*ntai membawa saya pulang.

Dan saya masih tidak bertanya mengapa selalu ada kamu?

Saya hanya kembangkan di dalam hati bagaimana melanjutkan semua meski tidak ada kamu.

C*nta adalah yang memberdayakan C*ntanya, bukan memanfaatkan C*nta. Maka C*nta sudah pulang pada tempatnya.

Ahakahakahak… ini akibat kelamaan diperjalanan, jadi gini nih, terkontaminasi debu!

Hoookeeehhhh… berhubung seudah di rumah. Sudah loncat sana-sini sampe manjatin pohon mangga belakang rumah, dan seenak jidat nyomot 2 buah mangga yg sedang ranum-ranum belia, dan berhubung saya juga udah cerita panjang lebar kepada semua yang telah dengan tabah dan sabar dengerin saya cerita kelewat ekpresif (*baca: LEBAY), dan beruhubung untuk sesuatu yang dihubung-hubungkan (*APAAN SIIIHHH???? UDAHLAH! Pokoknya dihubungkan aja! Ga usah bawel deh! Tinggal baca aja kan? Lha saya??? ngetiiik blog ini sambil ngemut Mangga + bls sms + terima telpon + balas komen FB + baca mention dan ritwit + siap2 nerima Skype dari seseorang!! Ribeeeettt kaaannn?!!! ), saya mau mandi duluuuuuuu!!!!! Kali aja bisa lebih waras!

Multitasking atau sembrono?????!!!!

Yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkk mariiiiiiiii!!!
Mandi dulu yaaaaakk!!

Ealaaahhhh!!!! salah masukkin code emoticon!!! Maksudnya itu mau mandiii lho!!! Bukan mau makaaaaannn!!!!

Ketauan deh lagi lapeeerrrrr! :p

Ga ada shower, gayung pun jadi!
Mari bergayuuuuung!
Jebyuuurrrrr….jebbyuuurrrrrr!!!