Laporan Penelitian (*ga sengaja dan iseng, harus dibaca sampai selesai, agar ketemu kesimpulannya*)!!!!!!!! !@#$%^&*()

Assalamualaikum…

Hayyyoooo jangan pasang wajah serius gitu ah karena baca judul notes ini!

Berikut saya bersama partner in crime saya, Kak Ita, mau (* mau lho ya…bukan sekededar ingin!*) melaporkan hal-hal yang secara tidak sengaja dan iseng menjadi perhatian tidak sengaja kami selama menjelang bulan Ramadhan yang InsyaAllah akan segera kita sambut dan isi dengan rasa syukur, peningkatan ibadah, intropeksi diri, taubat, dan kekuatan kita utk menjadi hambNya yang lebih baik…

Yeeeaaaahhh…selama lebih kurang seminggu terakhir ini saya dan Kak Ita “harus” atau lebih tepatnya “mengharuskan” diri untuk melanglang buana kesana-kemari seperti gasing yang entah kapan berhenti. Sebentar kita bisa muncul disini, sebentar kita bisa muncul disana, (*sok*) sibuk sekali! :p

Berawal dari keterkejutan kita ketika kita melintasi jalan “tikus” utk menghindari kemacetan.  Yang ada kita malah terjebak macet betulan!!! Mobil parkir seenaknya dimana-mana, sepeda motor nyempil dan meliuk-liuk di kiri dan kanan. Remaja-remaji…(*halah…bahasa apa ini???!!*), baiklah..saya ralat: Muda-mudi berbusana rapi menyandang kitab Suci… (*lha…kok malah jadi nyanyi kasidah-an??!!*). Ummmmmh…pokoknya maksudnya ya gitu! Rrrrrrruuuuaaaammmeee banget oraang-orang berbusana muslim. Bawa-bawa air dalam kendi atau botol, bawa kembang, sibuk sekali (*kali ini mereka beneran sibuk, ga kayak saya dan kak Ita yang “pura-pura” sibuk, padahal udah muntah-muntah karena kerjaan yg silih berganti!!*)

Saya dan kak Ita bingung celingukan ada apa gerangan yg terjadi? Mungkinkah penyamaran saya dan Kak Ita selama ini sudah terbongkar?? Mungkinkah mereka semua sudah tau bahwa kita adalah Ranger Pink dan Ranger Kuning? Mungkinkah mereka fans-fans kita berdua? (*semoga mereka segera waras! Dan tidak pernah membaca semua ini.*) Ternyata…ooowwhhhh… ternyata.. dii seberang jalan di depan sana setelah tikungan sebelah kanan yang ada pohon kamboja besarnya adalah sebuah tempat Pekuburan. Dan kita berdua langsung ngeh.. (*”ngeeeeeehhhh….” Begitulah kira-kira bunyinya*) bahwa orang rame-rame itu bukanlah fans kita (*nangis dengan kecewa…*), mereka adalah para peziarah. Rrrrrrruuuuaaaaammeeeee banget!!! Kayak orang demo! (*bukan demo masak! Oooowwwwhhh…plis deh! *nepok jidat pake Teflon*).

Yap, karena sebentar lagi kita semua InsyaAllah akan memasuki bulan Ramadhan, serentak rame-rame semua orang ziarah ke Kuburan Keluarga, Sanak, Saudara/I, Famili, dan Sahabat. Cukup haru saat kami melewati suasana yang rame dan hiruk pikuk itu. Kita berdua terdiam, tidak sanggup saling berkomentar apa-apa. Di kiri dan kanan banyak penjual kembang dan air dalam kendi dan botol. Kita terdiam… (*bukan nahan kentut!!! Pliiiiiiiiiiissssss deh ya!!!!*) Kita hanya tidak tau mau ngapain selain jalan terus dan tidak mungkin terkurung dalam kemacetan.

Setelah kita melepaskan diri dari kemacetan, barulah kita saling berkomentar tentang apa yang baru saja kita lihat. Yap, ternyata kita berdua sama-sama belum pernah dalam kondisi seperti itu. Kita memang Ziarah, dan itu tidak harus menjelang Bulan Ramadhan. Dan kita kalo ziarah ga bawa kelopak-kelopak kembang dan air dalam kendi seperti itu. Kita kalo ziarah: Membersihkan sekitar Kuburan, Membacakan Surat Yasin, Berdoa, kemudian melanjutkanmengirimkan  doa dan Ayat-ayat  Suci dari tempat di manapun kita berada. Kita benar-benar ga ngerti dgn apa yang telah kita lihat. Mungkin memang begitulah cara mereka mengungkapkan rasa sayang dan kerinduan pada mereka yang telah “dipanggil” oleh Allah SWT. Kita ga mau ambil kesimpulan apa-apa tentang apa yang kita lihat, kita hanya mau mencari tau tentang cara berziarah dan mengirim doa yang seusai dengan ajaran agama kita, yaitu…Islam. Kadar pengetahuan tentang Islam saya memang masih tipiiiiiiiissss, dan saya tetap ma uterus mencari tau, dan memahami. Tolong bantu saya…

Jika apa yang kami lihat itu adalah tradisi, kita pun ga bisa bilang apa-apa, jika memang begitu caranya mengungkapkan rasa sayang dan rindu mereka… intinya ternyata fenomena ini kita temukan dimana-mana, dan membuat kita terjebak macet lagi…lagi…dan..lagiiiiiiiii…

Next: Kami menuju ke sebuah tempat perbelanjaan. Bukan pasar, dan bukan pula Mall!! (*bulan tua jeng!!!! Dompet bengek-bengek!!*) Kita hanya inign survey harga dan trend terbaru. Dan kebetrulan kak Ita mau beli beberapa pesanan dari pemesannya.. (*anggap sajalah begitu, saya susah jelasinnya, yg jelas Kak Ita ini selain partner in crime saya, juga partner in Business saya! :p)

Begitu kita sampai di tempat belanja, Astagfirullahaladziim…!! RRrrrrruuuaaammmeee laur biasa!!! Antrian parkirannya panjang! Masyarakat memang semakin konsumtif, begitu juga yang saya alami. Akhirnya kami dapat tempat parker dengan maksa nekat nyempil di antara sepeda motor orang! Untung aja body kak Ita minimalis… (*ga tega nulis “Body Tipis”, beneran deh…saya ga tega nulis “TIPIS”!!*)

Sesampainya kita di dalam tempat perbelanjaan… Astagfirullahaladziim!!! Ini bahkan lebih heboh dari pada nyari parkiran! Bayangkan aja, jika satu sepeda motor = 3 pengunjung, dan 1 mobil keluarga =  8 pengunjung, dan 1 minibus = 14 orang… bayangkan jika parkiran berlantai 3 itu full, bahkan masih banyak sepeda motor, mobil keluarga, dan bus yang parker sampe beberapa meter di sekitar tempat perbelanjaan!!

Mendadak saya dan kak Ita udah mulai lemes duluan! Tapi, sebagai “Personal Private Buyer” yang Profesional, kita ga mau mengecewakan pemesan. Kita tetap (*teler*) mencari dan men-survey barang-barang pesanan! Beeeegghhhh!! Bener-bener ga bisa jalan!! Penuh sesak! Akhirnya kita malah ga beli apa-apa! Karena shock terhadap harga yang ditawarkan!! Udah nyaris 3 kali lipat! Contoh: baru beberapa hari yang lalu saya beli salah satu pakaian dengan harga 50 rupiah, lhaaaaaa….sekarang harganya udah naik menjadi 125 rupiah! Kita nawar donk…(*sampe tegang urat leher sama si penjual, dan disumpah serapah oleh beberapa took karena nawar gila-gilaan!*) dan mentoknya di harga 95 rupiah!

Kita shock!! Kita pulang dengan wajah pucat pasi (*belum makan, bo!!!*)

Akhirnya kita atur strategi lebih okeh! Kita datang lebih pagi! Bahkan pas di detik-detik tempat perbelanjaan itu buka! Kita leluasa dapet tempat parkiran. Kita sedikit lebih leluasa clingak-clinguk mencari dan survey barang. Yap…meskipun harganya menggila, akhirnya Kak Ita dapetin apa yg dipesankan padanya. Sedangkan saya tetap pulang dengan gigit (*jari kaki*), karena dompet jebol dan belum gajian! Cukup nelan ludah dan jongkok sambil pasang wajah mengiba saat kak Ita mulai berputar-putar sambil senyum-senyum nyobain berbagai Gamis, Mukena, Jilbab, dll…

Saya hanya mampu belikan Inner Ninja utk pemesan saya, maklum sdg musim Panceklik, jadi belum bisa memuaskan hasrat pemesan.

Sebelum kami pulang, nyempatin diri utk makan dulu, (*ga mau pulang dgn pucat pasi lagi!*). Kita malah sibuk sendiri ngecek sms di h sendiri yg ga berenti bunyi. Isinya tentang SMS permohonan maaf lahir dan batin menjelang bulan Ramadhan. Kita berdua malah belum maaf-maafan… (*tar aja maafan-nya, takut bikin dosa lagi! Abis kita sering bbgt cela-celaan! Kalo minta maaf itu kan harus Ikhlas dan berusaha memperbaiki diri utk ga ngulanginnya lagi! Lhaaaaa…gimana kalo abis maafan kita malah salling cela-celaan lagi… kita sih ga masalah, udah nyantai aja becanda keterlaluan kayak gitu… hewhewhewhew…*). Saya sendiri belum membalas semua sms yg masuk (*sdg hemat pulsa oyyy!! Tar ya kalo udah gajian dan cukup utk beli pulsa, InsayaAllah semua sms yg masuk tentang “maaf-memaafkan”, saya balas dweehhh!*) beberapa memang ada yang sudah saya balas, bukan bermakasud pilih-pilih, tapi tergantung “keperluannya”, yang kira-kira segera butuh tanggapan maaf dari saya, segera saya balas, atau yang kira-kira seharusnya saya-lah yg pantas meminta maaf duluan maka segera saya balas. Sedangkan yang kira-kira akan saya kirimkan dengan SMS maa-maafan khas saya, tungguin ya kejutan dari saya… J yang jelas saya mohon maaf atas segala kata, sikap dan tingkah saya yang selama ini sering melukai hati saudara-saudari semua…

Tentang maaf-maafan ini pun menjadi topik pembicaraan saya dan kak Ita. Emang sih, kita harus segera minta maaf jika kita menyadari bahwa kita telah dengan sengaja ataupun tidak sengaja melukai hati orang lain. Emang ga harus menjelang bulan Ramadhan sih… tapi ya ga ada salahnya kita tetap saling maaf-memaafkan. Dari pada ga pernah saling maaf-memaafkan kan?? Hayyyoooo!!

Dan sebenarnya masing-masing saya dan kak ita mendapatkan beberapa SMS dari orang-orang yg membuat kita bingung. Kita sudah memaafkan semuanya dari dulu kala…. Bahkan merasa tidak ada masalah apa-apa. Kita sudah menerima semuanya, bahklan mencoba memaafkan diri sendiri utk sempat merasa terluka. Yang sebenarnya mungkin itu bukan luka, hanya proses menuju bahagia. Dengaan hal-hal yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi, semuanya adalah rencana Allah. Kita hanya tetap bersyukur dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan begini, mudah-mudahan kita tau bahwa kita justru sebenarnya telah bahagia karena mengalami ini.. J

InsyaAllah…apapun yg terjadi nanti, kita tetap mampu mempertahankan senyuman…

Kita saling tersenyum, dan mengerti apa yang sedang kita alami… lalu ngakak…bahwa ini menjadi sangat lucu…melihat wajah konyol kita masing-masing, dan menyimpan sendiri hal-hal yang tidak perlu orang lain tau, meskipun bertubi-tubi sesuatu yg “serentak” mendatangi masing-masing saya dan kak Ita.

Tentang saya…cukup saya dan Allah saja. Tentang kak Ita, cukup Kak Ita dan Allah saja.

Tidak perlu bertanya atau mencoba dikorek lagi…

 

Saat di perjalanan pulang, seperti biasa, kita berdua ngakak-ngakak ga jelas dan saling ngoceh-ngoceh seperti orang kesurupan! Kita berdua ngobrol tentang hal-hal yang telah kita alami beberapa hari ini. Tentang fenomena-fenomena yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Hingga muncullah ide utk menuliskan “Laporan Penelitan Ga Sengaja dan Iseng ini”, yaitu hal-hal menarik (*menurut kita sih lumayan menarik*) menjelang Bulan Ramadhan. Padahal yang jauh lebih menarik dari ini semua adalah bagaiaman kiat tetap bersyukur, intropeksi diri dan tetap berusaha menjadi lebih baik dalam menjalani, mengisi, mengakhiri, dan mudah-mudahan bertemu lagi dalam Bulan yang penuh berkah… Bulan Ramadhan…

INTI DARI CERITA NGALOR-NGIDUL DI ATAS ADALAH:

“Laporan Penelitian ga Sengaja dan Iseng – Beberapa fenomena yang terjadi pada masyarakat menjelang Bulan Ramadhan. (*menurut Ayaw dan Rasita*)

  1. Tempat Pekuburan akan menjadi ramai oleh peziarah.
  2. Penjual kembang dan air dalam kendi menjamur! (*maksudnya bukan menjadi jamur lho ya!!!!!*)
  3. Entah kenapa banyak sekali org2 yg membawa ember, kaleng atau bungkusan permen, mengharap belas kasih dengan wajah sendu… (*entah sendu beneran atau SENeng DUit, saya berharap apa yang mereka dapat benar-benar menjadi berkah untuk mereka dan org yang memberi…*)
  4. Jalan menjadi macet.
  5. Harga menjadi melambung tinggi.
  6. Trend terbaru mulai bermunculan, semakin dekat hari Lebaran, semakin banyak trend bermunculan.
  7. Beberapa stock barang mendadak menghilang dan mendadak muncul lagi dengan harga yg lebih tinggi, mau ga mau ya beli…!
  8. Dehidrasi!!!
  9. Tempat parkiran menjadi rebutan, bahkan bisa memicu pertengkaran antara pemakai lahan parkir!
  10. Penjual mendadak jadi lebih emosional!
  11. Kamu harus segera isi pulsa utk saling berkirim sms “maaf-maafan”.
  12. Kamu harus siapin mental utk menerima sms dari org-org tak terduga.
  13. Bingung mau bales apa utk org-org tak terduga.
  14.  Dan lain-lain… (*tolong ditambahkan sendiri, pegel bo ngetik segini banyak!*)

Saran yang saya berikan utk fenomena di atas:

  1. Sebaiknya tidak melewati jalan yang ada tempat Pekuburannya, apalagi kalo malam dan sednirian! (*kalo masih nekat, resiko ditanggung pemenang!*)
  2. Jangan coba-coba membeli kelopak-kelopak bunga dan air dalam kendi tersebut jika belum butuh, masih banyak peziarah yang membutuhkan! Lagian ngapain juga beli itu kalo ga butuh? Mau mandi kembang tengah malam? Jangan kau lakukan kalau hanya mengharap maaaaaaaffffff dariiiiiikuuuuuu… (*jyyyaaahhh..malah jadi nyanyi lagi!*)
  3. Tangan  di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Bersedahlah dengan sembunyi-sembunyi. Cukup Allah saja yg menjadi saksi bagimu. (*entah kenapa, yg saya lihat, kalo seseorang member ke salah satu org yg membawa kaleng, ember, atau bungkusan permen itu, mendadak si pemberi menjadi dirubungi dan diikutin secara pakasa oleh pemegang ember, kaleng, dan bungkusan permen lainnya… DILEMA….*)
  4. Udah jelas jalan macet, masih aja keluar!
  5. Wah, kalo yg ini mah, saya belum punya kekuatan untuk mengendalikan harga… semoga saja ada kebijakan dari mereka yg diamanahkan. Dan semoga mereka diberi kekuatan untuk kuat menjalankan amanah yg diberikan. Amin.
  6. Ada 6 (*bagi yang ga tau angka, nih saya tulisin: ENAM *) option utk saran di nomor ini:
    • Kalo butuh dan cukup utk beli, ya beli.
    • Kalo ga butuh, ya jgn beli! (*gitu aja repot!*)
    • Kalo butuh dan kurang cukup, coba liat di toko sebelah, siapa tau ada yg lebih cukup utk dibeli.
    • Kalo ga butuh tapi cukup utk membeli, nabung aja sonooooo!!! Repot bgt yak lu?!
    • Kalo butuh, tapi ga cukup, coba liat dompet temenmu, siapa tau bisa diutangi! :p
    • Kalo ga butuh dan ga cukup… REPOT BANGET YA NI ORANG!! DI RUMAH AJA SONO!!!!

    7. Saran utk point ini silahkan arahkan kursor anda pada point nomor enam di atas, lalu  blok semua poing “A sampai F” tersebut di atas, lalu tekan tombol “CTRL + C”, letakkan kursor pada bagian kosong berikut ini dengan menekan tombol “CTRL + V”

 

 

 

 

(*selamat mencoba utk point nomor 7!!! *)

 

8.  Bawalah minuman dalam tas anda! Ato kalo perlu, kayak kak Ita!! Bawa botol minuman berisi Susu Kedelai!! (*niat banget yak???!!!*)

 

9. Tetap cool dan tenang walau dalam kondisi emosi, kecuali jika muali main fisik, atau sepeda motor anda digulingin secara paksa, anda diperbolehkan mengeluarkan tenaga dalam anda! (*itupun kalo punya tenaga dalam, bagi yg belum punya, ada baiknya belajar dari sekarang! Trust me! )

 

10. Pasang tampang manis dan tutur kata yang cute, anggap aja anda berhadapan dengan org yg sdg PMS. Pahamilah mereka, karena sesungguhnya penjual juga manusia… (*hayoooo?? Mau lanjutin jadi lagu lagi ya??? Weeeeekkkk….ga deng!! *) Terkadang pembeli juga harus menjaga Raja yang Bijaksana…

 

11. Beghhhhh…kalo yg ini mah saya belum bisa kasih saran, kecuali kamu yg sdg baca ini dengan sudi kiranya mengisikan saya pulsa agar saya bisa kasih saran langsung ke nomer hape kamu!

 

12. Siapin mental! Anggap aja kamu tuh punya banyak salah sama orang (*emang banyak salah kok!!!!*), jadi kalo ada yg minta maaf dan kamu ngerasa dia ga salah, ayo segera minta maaf kembali! Ato kalopun kamu ngerasa bener (*keras kepala!*) ya sudahlah…ayo meaafkan! Di jamin ga ada ruginya! Bukankah maaf-memaafkan itu adalah proses kita utk saling berubah menjadi lebih baik dan berusaha utk tidak mengulangi hal yag sama?! Jadi kalo kamu keras kepala dan merasa benar, ya sudah..maafkan saja, dengan begitu berarti dia sdg berusaha memperbaikiu dirinya menjadi lebih baik dan berusaha utk ga mengulangi lagi. Nah, kalo kamu malah ga mau maafin karena kamu merasa benar, hayooo tindakan siapa yang salah?? Sekarang saya Tanya kamu deh: SALAH SIAPA? SALAH GUE? SALAH TEMN-TEMEN GUE??!! (*dialog AADC mode on*). Salah dan Benar pada masing-masing kita itu berbeda lho…ayo saling memahami…

 

13. Kenapa bingung? Dia adalah idola kamu ya? Dia adalah mantan gebetan kamu waktu sekolah atau kuliah ya? Dia adalah orang yang pernah kamu tolak C*ntanya ya? Dia adalah orang yang pernah menolak C*ntamu ya? Dia adalah orang yg pernah bikin kamu terluka secara fisik ataupun batin ya? Dia adalah mantan sahabat kamu ya? Dia adalah orang yang paling kamu benci ya? Dia adalah orang yang paling kamu kagumi ya? Dia adalah orang yang diam-diam meratiin kamu ya? Dia adalah mahasiswa atau siswa kamu ya? Dia adalah pacarnya sahabat kamu ya? Dia adalah selingkuhan kamu ya? Dia adalah org yg pernah mengkhianati kamu ya? Dia adalah mantannya pacar kamu? dia adalah selingkuhan pacar kamu? (*BEGHHHHHH! CAPEK!!!!*) SIAPAPUN DIA, AYO SALING MAAF MEAAFKAN! AYO KITA SAMA-SAMA BACA LAGI TUH POINT NOMER 12!

 

14. Lho??? Point yang ini sarannya apa ya? Saya jadi bingung! Lain kali aja ya…

 

HOKEH…SEPERTINYA SAYA SUDAH TERLALU PANJANG CUAP-CUAP MELALUI TULISAN… (*udah lama ga posting di blog ini, eh….sekali nya posting, bawel banget yak??!!*)

IZINKAN SAYA MEMOHON MAAF ATAS SEGALA KATA, SIKAP, GESTURE, YANG MEMBUAT SAUDARA-SAUDARI TERLUKA.. SUNGGUH SAYA BERUSAHA UTK TIDAK PERNAH BEGITU… BERI TAHU SAYA JIKA SAYA SALAH, AJARI SAYA UNTUK MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK…

IZINKAN SAYA MENGUCAPKAN TERIMAKASIH UTK SEGALA KEBAIKAN, PERHATIAN, PENJAGAAN, KETABAHAN, KEKUATAN, KEMAAFAN, PENGERTIAN PADA SAYA

(*ini juga utk saudara-saudari yg telah mengirim SMS, EMAIL, CHATTING protes, pertanyaan-pertanyaan, pernyatan-pernyataan, dan penantian-penantian, akibat terlalu lamanya tidak ada postingan baru di blog ini. Percayalah, InsyaallaH jika allah meridhoi, saya akan tetap menulis!*) tanpa kalian semua… saudara-saudari saya, apalah artinya saya…

I do not Change, just responding the Changes… Langitku tetap biru dan awanku tetap putih… mohon tetap ajari saya…

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan…

Semoga Allah selalu melindungi kita, membukakan hati kita utk menerima petunjukNya, memberikan kekuatan pada kita utk menjalankan perintahNya, memberikan kita kekuatan untuk mneghindari laranganNya… amin ya Rabbal Alamin.

Wasallam……………………………………………..

—–Ayaw Jeweltz—–