Bersinergi dengan Dia

AKU
KAMU
KITA

Huwahahahahahahahhaha…silahkan kalo mau ketawa kalo liat dan baca postingan norak ini. Bukankah orang yg katanya sedang mabuk kepayang ya kayak gitu?

OOooohhh..entahlah…saya sendiri belum tau. Bagi saya, saya hanya ingin ketenangan, kenyamanan, senyuman, dan keikhlasan untuk saling bersinergi dalam kebaikan. Bersinergi untuk saling memberikan ruang bagi satu sama lain berdaya seoptimal mungkin.

Apakah ini kedengaran idealis? Apakah ini kedengaran imajinatif? Apakah ini kedengaran perfeksionis?

Oooooohhh…sekali lagi entahlah.

Yang penting bagi saya adalah saat ini saya luar biasa nyaman menjalani hari-hari saya yang apa adanya. Dengan ruang gerak terbatas yang begiiiiiitu luas untuk memberdayakan diri. Mendewasakan jiwa saya. Menuju arah yang mudah-mudahan dalam Ridho dan berkah Allah SWT.

Tentang Kamu…

Oooohhhh, entahlah! :p
Terimakasih untuk tidak mencoba mempesona saya dengan jeratan tampilan sebaik mungkin agar saya melihat kamu sebagai PRIA baik.
Ketulusan tidak perlu diperlihatkan seapik mungkin, dia akan muncul dengan sendirinya. Tidak perlu bersusah payah untuk menjadi apa yang saya mau. Tidak perlu memperlihatkan diri sebagai lelaki idaman. Cukup menjadi diri sendiri saja.

Begitu tidak mudahnya bagi kita untuk mengungkapkan apa yang belum boleh kita ungkapkan, dan kita benar-benar menikmati perjalanan ini dalam ketenangan, rasa nyaman, dan percaya pada Allah SWT.

Bahwa hanya Allah yang paling tau apa yang kita butuhkan di masa dulu, saat ini, dan akan datang.

Mungkin,sebelumnya  kita tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut “dulu”, maka saat inilah nantinya yang akan menjadi “dulu”.

Dan sekaligus saat inilah yang akan menjadi “masa depan”.

Lalu kemudian menjadi “selamanya”.

Saya secara pribadi menyimpan keterkejutan saat kamu katakan pada mereka: “Saya hanya tidak akan memetik bunga jika tidak menjatuhkan dirinya sendiri pada saya, karena jika dipaksa meski dengan pesona, hal itu akan menyakitinya.”

Sayup mendengar itu, saya hanya merasa tenang. Tenang karena ruang terbatas yang begiiiiitu luas kamu bentangkan di hadapan saya. Menyibak semua ruangan yang tadinya membuat saya bebas bergerak tapi juga tidak bebas. Saya mengerti sebuah kebebasan yang lain. Yang tenang.

Saya dalam keceriaan dan tingkah polah saya yang entah bagaimana bisa bagimu penuh kejutan dan keceriaan. Dan kamu mengerti bahwa dalam keceriaan dan pancaran ringan yang saya sebarkan, tersimpan sesuatu yang kokoh. Bahwa saya selalu komit terhadap apa yang saya yakini. Dalam bermain-main, saya tidak pernah mengambil keputusan bermain-main meski itu kelihatan saya hadapi dengan riang gembira. Tidak pernah. Bahwa apa yang terucap dari hati saya adalah komitmen yang tidak pernah main-main.

Dan…tidak ada pilihan-pilihan lain yang membuat saya hanya akan kembali padamu.

Yang ada hanyalah perjalan bersama kamu. Itu saja.

“Untuk apa saya memilih yang lain jika pada muara nya saya hanya HARUS kembali padamu?” Disini tidak ada pemaksaan, tidak ada keharusan, hanya kesadaran. Saya suka itu! :)

Saya suka saat kamu datang, mengetuk pintu dan dengan riang berkata pada mereka:

“Assalamualaikum… Ayaw nya ada? saya mengirimkan paket utuh berisi masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.”

Itu konyol sekali! saya tidak harus seketika berlari ke depan, atau berpura-pura tidak ada dirumah. Karena saat ini bukan kita yang perlu bertemu. Saya hanya tidak ingin membuat mu merasa berhasil mempesona dan jatuh padamu.

Sama seperti saat saya mesti pontang-panting bolak-balik mengurus dan menyelesaikan semuanya sendiri. Kamu tidak harus seketika membantu atau pura-pura tidak tahu. Kamu hanya tidak ingin menjadi pahlawan yang selalu hadir menolong.

Tidak….

Kita hanya cukup tau bahwa kita satu sama lain punya kesempatan untuk berdaya, untuk mampu berdiri dengan kemampuan sendiri. Teguh dan tangguh  pada keyakinan kita.

Saya selalu ingat saat kamu temukan saya di sudut gelap setelah derai tawa saya di depan semua. Kamu hanya berdiri melihat saya. Tidak harus menghapuskan air mata saya. Karena pasti saya akan menangis lebih keras. Lalu itu akan membuat saya merasa membutuhkan kamu. Kita sama-sama tau bahwa itu tidak sepantasnya saat itu. Jadi kamu hanya diam disitu mendengarkan saya yang menangis pilu, kamu sibuk dengan pikiran mu sendiri. Entah berpikir apa, saya tidak tau.

Seketika hujan, dan saya malah berlari ke tengah hujan, lalu berbalik menghadap kamu yang terkejut dengan ulah saya. Saya tersenyum dan mengajakmu  tertawa-tawa dalam hujan.

Lalu saya tanya kenapa kamu tidak berusaha menghentikan air mata saya? seperti yg dilakukan semua pria yang ingin terlihat baik pada perempuan yang mungkin sdg ingin didekatinya.

Kamu hanya katakan: “Karena kamu cukup kuat untuk tidak membiarkan saya menjadi sama dengan semua pria seperti itu. Buktinya kamu malah ngajak saya main hujan! Hahahahahahaha…”

Saya hanya katakan sambil beteriak tertawa: “Karena saya sedang rapuh! sangat mudah bagi saya untuk menyandarkan diri pada siapapun laki-laki yang ingin terlihat baik di depan saya. saya harus berhati-hati. Cukup mudah bagi saya jika saya mau menyandarkan diri lalu menangis sesenggukan lalu merasa membutuhkan sandaran itu.”

Kamu katakan: “Kamu cukup kuat. Kamu pasti bisa meski nanti tanpa saya.”

Dan itu semua membuat ketegasan di dalam hati saya semakin menebal tentang kamu. Tentang siapa kamu bagi saya.

Saya selalu percaya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang saya butuhkan dan akan mencukupkan saya tepat waktu  pada kebutuhan yang saling bersinergi untuk semakin menCintai Nya. Amin ya Rabbal Alamin…

Kisah kita bukanlah kisah yang menggebu-gebu, juga bukan haru biru…

Kisah kita bukanlah kisah yang penuh romantisme, juga bukan penuh noktah…

Kisah kita hanya kisah sederhana, kisah penuh tawa dan senyuman, kisah yang penuh kekonyolan, kisah yang dibiarkan dulu seperti ini agar kita tidak berubah menjadi apa yang masing-masing inginkan. Yang kita mau hanya kisah yang penuh berkah dari Allah SWT, kisah sengan ruang yang luas utk saling bergerak bersinergi… :)

*terimakasih untuk kejutan dan perhatian yang hadir bahkan disaat saya tidak ada, dan saya tidak perlu tau itu dari siapa. Sayangnya saya tau! Sayangnya saya lihat bagaimana kamu care pada semua yang saya sayangi bahkan disaat saya tidak ada. Dan itulah kamu apa adanya yang tidak perlu memperlihatkan sisi baik hanya karena saya adalah target. Justru disaat saya tidak ada dan tidak perlu tau, kamu malah memperlihatkan kamu yang sebenarnya.

Kamu tau siapa kamu bagi saya…

Termakasih ya Allah untuk C*nta dengan ruang luas yang terbatas bagi kami untuk bergerak saling bersinergi…

…katakan padanya selamanya Dia lah kekasihku, yakinkan untuknya Dia milikku sampai kapan jua, hanya untuknya…

Sampai jumpaaaaaa….. kabuuurrr aaahhhh sebelum kamu ngeledikin saya karena kumat nulis dengan gaya beginiaaannnn…!

One Response to “Bersinergi dengan Dia”

  1. warm Says:

    mantap jg curcolnya *eh

    Hewhewhew… tengkiyuuhhh Warm, wah tengkiyuh lho ya mampir kesini selain di “rumpi”… hewhewhew…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.