Aku Lel*h!

Bolehkah aku gambarkan situasimu saat ini?

Diantara hasrat mengamuk????
Diantara perintah-perintah dan keinginan untuk balik memerintah???
Diantara Stress???
Diantara tumpukan yang harus dilanjutkan???
Diantara keGalauan???

Atau kamu sedang….

Pura-pura mati????

Ooohhhh entahlah! AKu hanya menikmati semua momment bersamamu atau tanpamu. Karena yang aku tau hanya bahwa kamu disitu untuk aku! *pliis jitak saya pake teflon!!!!!*

Tidak ada yang perlu dipertanyakan apakah ini sebuah “Relationship atau Flirtationship”. *ngutip sebuah judul artikel Cosmopolitan Magazine edisi Januari*

Tidak peduli apakah kamu pernah menyatakan sesuatu padaku. Atau aku pernah memeperlihatkan sebuah tindakan yang menunjukkan sebuah perasaan. Oooooohhh entahlah!

Bukan juga khawatir itu tak pernah ada. Entah apalah ini semua. Yang jelas saya hanya terbebaskan! Kamu pun terbebaskan dari segala hal yang tak kita perdulikan berbalas atau pun tidak. Sekarang ataupun nanti. Sementara atau selamanya. Kita hanya terbebas dari itu semua. Membebaskan diri sebebas-bebasnya karena segala hanya diserahkan pada Allah SWT. Bagian kita hanya berusaha melakukan perbaikan terus menerus seoptimal mungkin.

Bukan berarti semangat kita tetap konstan. Kadang juga menemukan titik menurun atau bahkan hingga jenuh. Dan space selalu membuat kita leluasa bergerak bersinergi. (^_^)

Kamu dan Aku… kepingan dua sisi yang telah melalui masa sendiri-sendiri…

Maka ku kirimkan bersama angin yang akan meniup jenuhmu…

“Bilangkan saja pada dirinya..

Bila perlu teriakkan dari atas LANGIT..

Agar dia tau bahwa kau ingin sesuatu yang kau minta..

Dan kembali berdiamlah..

Karena kau telah melepas selepasnya semua..

Tundukkan saja kepalamu dan berjalanlah meninggalkannya..

Jangan lihat ia..
Biarkan saja ia memanggilmu dengan kesadarannya..

Dan berpuralah kau tidak mendengarnya..

Selamat malam gulita sepi di ujung jalan sini..”

Dan aku membebaskanmu berkeliaran dengan liar menelusuri maknanya. Krena aku tidak mungkin menuntunmu menjadi persis sama seperti mau ku. Kamu boleh manjadi yg terbaik seperti apapun yang kamu mau, asalkan itu tetap berujung pada Ridho dan Berkah Allah SWT. Takutlah pada Sang Pemilik Neraka, bukan pada Neraka!

Lalu diantara waktu terbaringku, menatap LANGIT yang pada pandanganku entah BIRU, entah JINGGA, entah MERAH, entah KELABU yang aku tak tau kelabu itu warnanya apa.

Kamu terpakan padaku….

“Tidurlah yang nyenyak..

Biarkan ku nyanyikan lagu yang kau suka..

Sambil mengelus rambutmu..

Aku tau kau sangat lelah..

Dari pejaman matamu aku merasakannya..
merasakan apa yang melelahkanmu..

Bisa ku lihat dari ragunya terkadang kau menarik nafasmu..

Oleh tangis tadi yang membuatmu lelah dan tidurlah dengan laguku..

Aku yang menjagamu..

Aku yang menyelimutimu dari dinginnya hatimu..

Hingga pagi..

Dan terbangun dengan masih tak mengerti sebenarnya kenapa aku selalu ada untukmu..

Selamat malam, walau kau tak inginkan saat ini adalah malam..”

?????????

Aku pun dibebaskan untuk menulusuri maknanya…

Dan kini entahlah… entahlah apakah aku LELAH ataupun tidak untuk semua ini.
Entah LELAH Mer*ndukanmu…
Entah LELAH Dir*ndukanmu…

Yang aku tau, aku tidak pernah LELAH untuk terus melanjutkan perjalanan bersamamu atau tanpamu. Karena kita tidak mau bertemu dalam waktu yang terburu-buru, karena kita sama-sama mau menjadi pendamping bagi satu sama lain yang semakin mencinta Allah SWT.

Seperti dalamnya bisikanmu bersama angin: “Pergilah untuk mencari Ilmu, kembalilah dengan Jilbab yang sama saat kamu pergi… Aku pun mempersiapkan diri untuk mendampingimu beribadah…”

Aku tau maksudmu untuk “pergilah mencari Ilmu” bukan mengusirku, tapi kamu ingin aku terus memberdayakan diriku…

Aku pun tau maksudmu “kembali dengan jilbab yang sama”, bahwa aku tidak akan goyah…
Dan Ku rasa aku paham tentang “mempersiapkan diri untuk mendampingimu beribadah…”

*Semua Puisi di atas dikutip dari karya seorang “Taring IBLIS Tanah”, makasih ya Kang udah izinkan Ayaw mamakai Puisi nya dalam postingan Ayaw!!!!!

Tetap ditunggu kiriman kejutan-kejutan puisi randomnya yang dikirim secara Broadcast Massage di BBM!!!! Wahahahahahahahah!

*Info: Taring IBLIS Tanah adalah seorang yang unik… rocker tapi sopan! Punya banyak puisi yang disebar begitu saja tanpa pernah di “save”!!! Jadi kalo Puisinya udah dikirim ya udah dikirm aja, tanpa ingat lagi isinya apa!!!!!!! Padahal puisinya keren-keren!!!!

—> Akang “Taring IBLIS Tanah”!

Untuk KAMU: Hewehwewhew…. silahkan ngakak baca ini!!!  Ngakak hingga LELAH. Agar kamu akhirnya teriakkan : AKU LELAH!!!!

Jejak – Langkah (…soon 2012)

Selamat tinggal untuk semua yang akan segera berganti…
Selamat datang untuk semua yang akan segera menghampiri…

Semua akan segera berganti. Jika kamu merasa sesuatu diambil darimu. Sesungguhnya Allah sedang membuka tanganmu untuk meenrima yang lebih baik untukmu. Hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Mencukupkan segala yang pantas menurutNya bagimu… (^_^)

Kita di dunia ini hanya sementara, bukan? Untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan yang sebenarnya. Untuk dikumpulkan dan dipertemukan dengan-Nya sang pemilik kita… Allah SWT.

Dalam rentang waktu yang telah dilalui, tanpa disadari ataupun disadari selalu ada jejak-jejak sebagai penanda bahwa kita telah menuju ke satu tempat. Jejak-jejak yang meninggalkan tempat kita berpijak sebelumnya menuju tempat dimana jejak-jejak itu mengarah.

Hidup layaknya sebuah proses jejak. Dimana kita tentunya selalu akan membentuk jejak dari segala tingkah, keputusan, dan tujuan. Hidup juga layaknya sebuah proses dijejaki. Ya, dijejaki oleh bergabagai macam jejak, jejak dari segala tingkah, keputusan dan tujuan dari semua yang menjejaki hidup kita.

Kumpulan jejak-menjejaki ini bergumul dalam jejak-jejak tak kasat mata dalam putaran waktu.

Segala jejak yang tertinggal, biarkan saja…

Tidak perlu menoleh ke belakang hanya untuk menghapus jejak-jejaknya. Tuluslah fokuslpada keputusan dan tujuan dari langkah yang sedang kita tuju untuk menjejaki tempat yang baru.

Segala jejak yang tertinggal di belakang hanyalah sebuah cerminan dan pelajaran tentang keputusan dan tujuan yang telah kita ambil sebelumnya yang kini telah menjadi jejak masa lalu.

Sekarang kita sambut masa yang baru, dengan keputusan dan tujuan yang lebih baru, dengan segala pengalaman dan pelajaran dari jejak sebelumnya.
Jangan khawatir pada masa yang kini mungkin membuat kita merasa berat untuk melangkah., bahkan berat menjalani proses menjejaki meninggalkan tempat sebelumnya yang terasa lebih nayman atau bahkan menyakitkan.

Saat kita melangkah, nanti semua akan menjadi jejak perjalanan yang pastinya membawa pengalaman baru untuk memperjelas arah yang sedang kita tuju.

Jadikanlah setiap langkah yang kita ambil adalah sebuah langkah yang akan menjejakkan jejak menuju arah yang lebih baik…

Alhamdulillah untuk semua yang telah dijalani sebagai proses.
Bismillah untuk semua yang akan dijalani sebagai proses.

Segala langkah keputusanmu adalah cermina cita-citamu, jangan ragu untuk melangkah! Every journey start with First Step. (^_^)

Yuuuukkk mari melangkah!

Nothing but Something

Nothing!

Meski berkali-kali pun kita ingin katakan suatu kedaan sebagai sebuah Nothing namun tetap saja menjadi Something.

Wat eper!!!

Semua tidaklah menjadi apa-apa kalo tidak pernah terjadi apa-apa…

Lalu kenapa mesti merasa apa-apa kalo emang ga ada apa-apa…
Kamu yang biarkan dirimu sendiri utk berada dalam situasi Complicated!

Bukankah sebenarnya ini simpel saja? Sesimpel dia memberikan kamu harapan untuk meraih impian hanya dalam mimpi. Sesimpel kamu percaya pada mimpi meraih mimpi dalam mimpi.

Dan sebenarnya jauuuuuuh lebih simpel saat kamu tidak lagi mengizinkanmu berada dalam situasi seperti itu. Kamu layak untuk diperlakukan lebih manusia. Dimanusiakan.

Percayalah, dia yang tulus padamu bukanlah dia yang berjanji padamu untuk meriah impian di dalam mimpi…
Tapi dia yang tulus tanpa hitung untung-rugi tentang jarak dan waktu untuk tetap saling memberikan ruang yang luas-terbatas untuk saling memberdayakan diri bergerak meraih impian dalam kenyataan.

Dia yang tau kapan saatnya diam di waktu yang tepat, bergerak di waktu yang tepat, dan bahkan bergerak diam-diam untuk meraih impian bersama.

Dia yang tidak menjadi orang yang paling segera menolongmu, karena dia tau kamu tetap akan bisa tanpanya. Dia yang diam-diam sebenarnya justru segera menolongmu saat kamu tidak tau. dia yang ingin kamu kelak tetap bisa meski tanpanya.

Dia yang tak ingin menjeratmu dengan pesona sebagai lelaki idaman. Dia yang tak mau memetik dengan pesona, karena dia mau bunga yang jatuh sendiri pada tangannya, karena memetiknya dengan pesona hanya kan menyakitinya meski itu tetap terasa indah. Sudah seharusnya tidak perlu menyakiti.

Dia tidak melantunkan janjinya padamu… Tapi pada Ayahmu, Ibumu, Keluargamu, Sahabat-sahabatmu…dan semua yang menyangimu.

DAN YANG PALING UTAMA…

DIA ADALAH DIA YANG PERCAYA PADA ALLAH SWT.
*dan dia ada disuatu tempat, percayalah ALLAH menjaga kita satu sama lain hingga waktu yang tepat menurut Nya. Jika kamu tak menemukan disini, mungkin karena kamu membuka mata untuk tidak melihatnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

** Terimakasih untuk masih bergerak saling bersinergi dengan saya dan alam kita untuk saling memberdayakan diri. Saya tadinya benar-benar belum  tau bahwa impian saya telah terwujud! semoga Allah selalu memberikan kekuatan pada kita untuk saling memberi dan menerima… Amin. (^_^)

Bersinergi dengan Dia

AKU
KAMU
KITA

Huwahahahahahahahhaha…silahkan kalo mau ketawa kalo liat dan baca postingan norak ini. Bukankah orang yg katanya sedang mabuk kepayang ya kayak gitu?

OOooohhh..entahlah…saya sendiri belum tau. Bagi saya, saya hanya ingin ketenangan, kenyamanan, senyuman, dan keikhlasan untuk saling bersinergi dalam kebaikan. Bersinergi untuk saling memberikan ruang bagi satu sama lain berdaya seoptimal mungkin.

Apakah ini kedengaran idealis? Apakah ini kedengaran imajinatif? Apakah ini kedengaran perfeksionis?

Oooooohhh…sekali lagi entahlah.

Yang penting bagi saya adalah saat ini saya luar biasa nyaman menjalani hari-hari saya yang apa adanya. Dengan ruang gerak terbatas yang begiiiiiitu luas untuk memberdayakan diri. Mendewasakan jiwa saya. Menuju arah yang mudah-mudahan dalam Ridho dan berkah Allah SWT.

Tentang Kamu…

Oooohhhh, entahlah! :p
Terimakasih untuk tidak mencoba mempesona saya dengan jeratan tampilan sebaik mungkin agar saya melihat kamu sebagai PRIA baik.
Ketulusan tidak perlu diperlihatkan seapik mungkin, dia akan muncul dengan sendirinya. Tidak perlu bersusah payah untuk menjadi apa yang saya mau. Tidak perlu memperlihatkan diri sebagai lelaki idaman. Cukup menjadi diri sendiri saja.

Begitu tidak mudahnya bagi kita untuk mengungkapkan apa yang belum boleh kita ungkapkan, dan kita benar-benar menikmati perjalanan ini dalam ketenangan, rasa nyaman, dan percaya pada Allah SWT.

Bahwa hanya Allah yang paling tau apa yang kita butuhkan di masa dulu, saat ini, dan akan datang.

Mungkin,sebelumnya  kita tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut “dulu”, maka saat inilah nantinya yang akan menjadi “dulu”.

Dan sekaligus saat inilah yang akan menjadi “masa depan”.

Lalu kemudian menjadi “selamanya”.

Saya secara pribadi menyimpan keterkejutan saat kamu katakan pada mereka: “Saya hanya tidak akan memetik bunga jika tidak menjatuhkan dirinya sendiri pada saya, karena jika dipaksa meski dengan pesona, hal itu akan menyakitinya.”

Sayup mendengar itu, saya hanya merasa tenang. Tenang karena ruang terbatas yang begiiiiitu luas kamu bentangkan di hadapan saya. Menyibak semua ruangan yang tadinya membuat saya bebas bergerak tapi juga tidak bebas. Saya mengerti sebuah kebebasan yang lain. Yang tenang.

Saya dalam keceriaan dan tingkah polah saya yang entah bagaimana bisa bagimu penuh kejutan dan keceriaan. Dan kamu mengerti bahwa dalam keceriaan dan pancaran ringan yang saya sebarkan, tersimpan sesuatu yang kokoh. Bahwa saya selalu komit terhadap apa yang saya yakini. Dalam bermain-main, saya tidak pernah mengambil keputusan bermain-main meski itu kelihatan saya hadapi dengan riang gembira. Tidak pernah. Bahwa apa yang terucap dari hati saya adalah komitmen yang tidak pernah main-main.

Dan…tidak ada pilihan-pilihan lain yang membuat saya hanya akan kembali padamu.

Yang ada hanyalah perjalan bersama kamu. Itu saja.

“Untuk apa saya memilih yang lain jika pada muara nya saya hanya HARUS kembali padamu?” Disini tidak ada pemaksaan, tidak ada keharusan, hanya kesadaran. Saya suka itu! :)

Saya suka saat kamu datang, mengetuk pintu dan dengan riang berkata pada mereka:

“Assalamualaikum… Ayaw nya ada? saya mengirimkan paket utuh berisi masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.”

Itu konyol sekali! saya tidak harus seketika berlari ke depan, atau berpura-pura tidak ada dirumah. Karena saat ini bukan kita yang perlu bertemu. Saya hanya tidak ingin membuat mu merasa berhasil mempesona dan jatuh padamu.

Sama seperti saat saya mesti pontang-panting bolak-balik mengurus dan menyelesaikan semuanya sendiri. Kamu tidak harus seketika membantu atau pura-pura tidak tahu. Kamu hanya tidak ingin menjadi pahlawan yang selalu hadir menolong.

Tidak….

Kita hanya cukup tau bahwa kita satu sama lain punya kesempatan untuk berdaya, untuk mampu berdiri dengan kemampuan sendiri. Teguh dan tangguh  pada keyakinan kita.

Saya selalu ingat saat kamu temukan saya di sudut gelap setelah derai tawa saya di depan semua. Kamu hanya berdiri melihat saya. Tidak harus menghapuskan air mata saya. Karena pasti saya akan menangis lebih keras. Lalu itu akan membuat saya merasa membutuhkan kamu. Kita sama-sama tau bahwa itu tidak sepantasnya saat itu. Jadi kamu hanya diam disitu mendengarkan saya yang menangis pilu, kamu sibuk dengan pikiran mu sendiri. Entah berpikir apa, saya tidak tau.

Seketika hujan, dan saya malah berlari ke tengah hujan, lalu berbalik menghadap kamu yang terkejut dengan ulah saya. Saya tersenyum dan mengajakmu  tertawa-tawa dalam hujan.

Lalu saya tanya kenapa kamu tidak berusaha menghentikan air mata saya? seperti yg dilakukan semua pria yang ingin terlihat baik pada perempuan yang mungkin sdg ingin didekatinya.

Kamu hanya katakan: “Karena kamu cukup kuat untuk tidak membiarkan saya menjadi sama dengan semua pria seperti itu. Buktinya kamu malah ngajak saya main hujan! Hahahahahahaha…”

Saya hanya katakan sambil beteriak tertawa: “Karena saya sedang rapuh! sangat mudah bagi saya untuk menyandarkan diri pada siapapun laki-laki yang ingin terlihat baik di depan saya. saya harus berhati-hati. Cukup mudah bagi saya jika saya mau menyandarkan diri lalu menangis sesenggukan lalu merasa membutuhkan sandaran itu.”

Kamu katakan: “Kamu cukup kuat. Kamu pasti bisa meski nanti tanpa saya.”

Dan itu semua membuat ketegasan di dalam hati saya semakin menebal tentang kamu. Tentang siapa kamu bagi saya.

Saya selalu percaya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang saya butuhkan dan akan mencukupkan saya tepat waktu  pada kebutuhan yang saling bersinergi untuk semakin menCintai Nya. Amin ya Rabbal Alamin…

Kisah kita bukanlah kisah yang menggebu-gebu, juga bukan haru biru…

Kisah kita bukanlah kisah yang penuh romantisme, juga bukan penuh noktah…

Kisah kita hanya kisah sederhana, kisah penuh tawa dan senyuman, kisah yang penuh kekonyolan, kisah yang dibiarkan dulu seperti ini agar kita tidak berubah menjadi apa yang masing-masing inginkan. Yang kita mau hanya kisah yang penuh berkah dari Allah SWT, kisah sengan ruang yang luas utk saling bergerak bersinergi… :)

*terimakasih untuk kejutan dan perhatian yang hadir bahkan disaat saya tidak ada, dan saya tidak perlu tau itu dari siapa. Sayangnya saya tau! Sayangnya saya lihat bagaimana kamu care pada semua yang saya sayangi bahkan disaat saya tidak ada. Dan itulah kamu apa adanya yang tidak perlu memperlihatkan sisi baik hanya karena saya adalah target. Justru disaat saya tidak ada dan tidak perlu tau, kamu malah memperlihatkan kamu yang sebenarnya.

Kamu tau siapa kamu bagi saya…

Termakasih ya Allah untuk C*nta dengan ruang luas yang terbatas bagi kami untuk bergerak saling bersinergi…

…katakan padanya selamanya Dia lah kekasihku, yakinkan untuknya Dia milikku sampai kapan jua, hanya untuknya…

Sampai jumpaaaaaa….. kabuuurrr aaahhhh sebelum kamu ngeledikin saya karena kumat nulis dengan gaya beginiaaannnn…!

Bismilahirahmanirahiim… I do! (*Sebelum Hari Berganti #Part 2)

Dunno what I should be to share…

—-> Can you see this emoticon?

Let’s we singin’………:

It’s always been about Me, Myself and I
I thought relationships were nothing but a waste of time
I never wanted to be anybody’s other half
I was happy to say that our love wouldn’t last
That was the only way I knew till I met You

You make we wanna say
I do, i do, i do, do do do do do do doo
Yeah, i do, i do, i do, do do do do do do doo
Cause every time before it’s been like
Maybe yes and maybe no
I can live without it, i could let it go
Ooh, what did I get myself into
You make we wanna say i do, i do, i do, i do, i do, i do,

Tell me is it only Me
Do you feel the same?
You know me well enough to know that I’m not playing games

I promise i won’t turn around and I won’t let you down
You can trust I’ve never felt it like I feel it now
Baby there’s nothing, there’s nothing we can’t get through

So can we say
I do, i do, i do, do do do do do do doo
Oh baby, i do, i do, i do, do do do do do do doo
Cause every time before it’s been like
Maybe yes and maybe no
I won’t live without it, i won’t let it go
What more  can I get Myself into
You make we wanna say

Meet my  family, how’s  your family?
Ooh, can we be a family?
And when I eighty years old I’m sitting next to you.

And we’ll remember when we said
I do, i do, i do, do do do do do do doo
Oh baby, i do, i do, i do, do do do do do do doo
Cause every time before it’s been like
Maybe yes and maybe no
I won’t live without it, i won’t let it go
Just look at what we got ourselves into
You make we wanna say i do, i do, i do, i do, i do, i do,
L**E you!

A Song: I Do by Colbie Caillat

And this Video Clip, made You understood how can I SMILE everywhere, everytime, coz so many SMILES around US!!!!!! (^_^)

Heeeyyyyyyy KAMU yang sdg diperjalanan menuju pertemuan KITA dalam skenario dan rencana indah-NYA!!!!!!!You make me wanna sing this song!!! You make me wanna say I do!!! KAMU masih diperjalanan,  tapi udah merasa Fallin’ in L**E with US!!!!Sama-sama menahan hingga waktunya tiba ya! Sama-sama mempersiapkan diri menjadi pasangan dunia dan akhirat satu sama lain! Dan saya sudah punya jawaban: “Bismillahirahmanirahiim…I DO!!!”(^_^)

Bijakmu, Kawan yang Menuntunku…

Holaaaaaa!!!!

Yes, i’ll back!! Masih dengan cerita-cerita ga penting saya… Dan semoga masih ada yg menyasarkan diri berkunjung dan membaca ini. daripada ga ada bacaan lain. Lagi-lagi inim masih tulisan hasil reaksi dari tulisan saya sebelumnya di media lain (baca: Notes Facebook.- red). Waktu itu beberapa bulan yg lalu saat saya entah kesambet apa dan salah makan apa, saya nulis notes dengan judul “TOPENG”. Ternyata reaksinya cukup membuat saya senyum sendiri. It’s not just fiction, (*apaan sih bahasanya?????*), dan it’s not trully reallity. (lagi-lagi apaa-apaan ini bahasanya?) Dan jika saat itu ataupun disaat berbeda kamu berada disisi saya ataupun tidak disisi saya dan memahami itu, mungkin reaksi setelah membaca itu adalah ngakak ga berenti-berenti!


Dan kali ini saya ingin menulis sekuel berikutnya dari tulisan saya itu. Karena fiksi ataupun nyata, itu adalah yang terjadi. Semua itu berada diantara batas maya dan nyata. dan mereka yg terlibat dan paham di dalamny boleh tersenyum bahkan berniat mengejar saya keliling kompleks perumahan karena ingin menjitak kepala sotoy saya!

Diuber-uber beberapa pihak terkait!

Dan rasanya ada baiknya saya copy paste dulu notes saya berjudul “TOPENG” itu disini.

Baik di eloh belum tentu baik di guweh, Yaw!

Okey let’s we reads again!!!!!!!!!

Topeng
oleh Ayaw Jeweltz pada 18 Mei 2011 jam 17:33

Kau datang disaat aku terluka berdarah-darah…
Kau menanyai dimana aku berada.

Aku…
Di dalam topeng!

Dan kau datang…
Juga di dalam topeng!

Aku di dalam topeng cerah ceria!
Di dalamnya berdarah-darah, ringkih, sakit, pilu, marah!

Kau di dalam topeng bersemangat!
Di dalamnya lelah, bosan, suntuk, lapar, lupa!

Aku tau apa yang di dalam topeng…
Kau tau apa yang di dalam topeng…
Itu saja sudah cukup!

Biar yang mereka lihat hanya topeng kita!
Mereka pun melihat dari dalam topeng mereka sendiri!
Biar saja!

Kau… Mengajakku bangkit!
Aku… Mengajakmu tertawa!
Kita ingin dunia selalu penuh warna! Penuh keceriaan dan semangat kita! Biar saja mereka bilang apa!
Kita mau dianggap serba lebih… Serba lux… Serba segalanya! Terserah!
Tuhan dan kita yang tau bagaimana kita!

*terimakasih untuk “senja di mata kita”…
Saat aku lupa cara mengepakkan sayap, kau mengingatkannya… (^_^)

Seperti obrolan ringan kita senja ini saat melewati si penjual topeng… Topeng dengan wajah monyet seram sekali…

“tuh…liat! Mirip kau!”

“enak aja! Kau lebih seram dari itu! Kalo kau sih ga perlu susah-susah beli topeng itu! Udah lebih seram!”

“ngapain juga aku mesti beli topeng itu?! “KAN AKU UDAH ADA KAU”!

Kau benar…
Kau sudah ada Aku… (^_^)

*

* it just “Specially for You…”

“…No more dreaming about tomorrow…
Forget the loneliness and the sorrow…
I’ve got to say, it’s all because of You! I will back together! Together! I wanna show You… My heart is ooooohhh…so true! And all the love I have is Specially for You…”

Ciiihuuuuyyyy… asik bgt ga tuh?

Yep, begitulah notes saya waktu itu. Dan yg terlibat menjadi inspirasi saya di senja yg aneh itu, ngakak guling-guling waktu membaca ini. Wwwaaaahhh…dia ga tau aja kalo saya udah mabok janda kepayang nulis notes itu. Eniwei…apapun percikan yg sampai saat kita membaca sebuah tulisan, itu sih sah-sah aja bagi saya. Bahkan cerita sebanarnya pun yg tertuang sangat ironis-metafora dalam tulisan di atas sah-sah aja, asal pembaca ga tau aja kalo saya dan si inspirator udah jambak-jambakan dan toyor-toyoran kepala di sepanjang jalan sebelum notes ini tertuang begitu manis. Itu karena dia, begitu Istimewa bagi saya. Kalo aja saya boleh F*lling in L*ve sama dia, udah mendadak minta dinikahin tuh saya sama dia! Tapi apalah daya, saya dan dia sudah teramat sangat nyaman berada di zona abu-abu ini. Karena dia satu-satunya yg tau mengapa saya masih begini, apa rencana saya, mengapa saya memutuskan untuk “MENAHAN” hingga saatnya tiba, bahkan sekedar untuk mengatakan “r*ndu” pun maaf saja, saya “menahan”.

Terpenjara di Zona Abu-Abu!

And… cukup ah ngoceh-ngocehnya, lama-lama tar jadi curcol!!
Sekarang, selamat membaca sekuel kedua dari “TOPENG”, saya tulis disini, supaya dia ga bisa baca! hahahahahahahah…

Bijakmu, Kawan yang menuntunku…

Playing now: “…Kau datang hilangkan mendung yg selalu menaungi jiwa, kau pijaran jingga nyala yg menerangkan gulita kalbu. Tak ku duga mimpiku tlah terwujud, kau disini ‘tuk lindungi jawaban atas cemas hati. Ku tau kalian tiada pernah bisa memiliki aku, tetapi arti C*ntamu teristimewa… KAU YANG TERMANIS DI DALAM KISAHKU, SUARA KEPERCAYAAN HATI. KAU SIBAK KENYATAAN MESKIPUN GETIR. KAU YANG TERMANIS DI DALAM KISAHKU AJARI MAKNA KEHIDUPAN. PERJUANGKAN ANGAN TIADA PUTUS ASA.

BIJAKMU KAWAN YANG MENUNTUNKU…”

(*demikian lirik lagu Saras Dewi yang menemani After Office Hours kita*)

“Hoy…duduk sini, di teras!” (Dia memanggil saya)

“Gak ah, mendingan di dalam!”

“Lho? katanya mau After Office Hours di senja yg indah? katanya mau spent an evening with me?”

“Emangnya kalo di dalam trus ga jadi senja gitu?”

“Hmmm…ntahlah!! Cape berantem!”

“Kenapa kamu kesini? Bukannya harusnya kamu pulang?”

“Ntahlah, cuma mau kesini, pusing! Kamu sendiri tadi kenapa bohong? kamu bilang sama dia kalo kamu ada janji. Padahal cuma di sini sendirian.”

“Hmmm…cuma ga mau di temui aja, walopun itu berarti aku kehilangan momment dgn dia.”

“Ada kopi? gimana kalo kita ngopi?”

Hmmmm… dalam hati saya tersenyum sendiri.Itu yg sdg saya teriakkan dalam hati: I NEED MORE COFFEE!!! Dan saya tau, saat kamu melangkahkan kaki mu kesini, sebenarnya kamu juga butuh KOPI. KOPI yg cuma kita yg tau.

“Ada. Mau yg smooth seperti kemarin atau yg strong seperti aku kemarin?”

“Smooth. Lagi ga butuh dikerasin!”

“Wahahahahaha…dodol! Buatin aku ya, aku malas beranjak dari sini!”

“OK.”

Saya kaget dan buru-buru bangkit No! No!! Jangan sampe dia buatkan saya kopi! Ini Filosofi KOPI dan JENDELA milik saya! Jangan sampe!!! jangan sampe!! saya buru-buru ke daur dan segera mengambil gelas dari genggaman kanannya.

“Biar aku bikin sendiri!”

“Lho? kamu kenapa? kesambet?”

“gak, gak kenapa-napa.”

“Hhhmmm…ini tentang KOPI dan JENDELA ya? wahahahahaha…bodoh! tenang aja, aku buatin kopi, tp jendelanya buka sendiri!!!”

“Enak aja!!! ga ada yg bikinin kopi, ga ada yg bukain jendela!! No, danke!!”

“hahah..trus mau ngopi dimana kalo ga di jendela? Wahahahahahahahaha…”

“Dimana aja bisa, asal ga di jendela, apa lagi sama kamu!”

Tidak ada maksud apa-apa tentang kopi dan jendela. saya dan dia sudah membahas ini berabad-abad lamanya. Dia protes tentang tidak ada kopi yg bisa dia buatkan utk seseorang, dia protes tidak ada jendela yang dibukakan untuknya! Sementara saya…saya lebih protes terhadap protesnya itu! Apa-apaan coba selagi dia bisa melakukan semuanya sendiri?! Saya aja ga perlu dibuatkan kopi atau dibukain jendela, toh masih bisa ketawa-ketawa! Walopun sebenarnya pengen… :p

“Eh…masih hapal lagu-lagunya Saras Dewi gak?” Dia merusak lamunan saya. Kenapa dia selalu memaksa saya utk menapakkan kaki ke bumi??!!!

“Iya, masih…”

“HEYY!!!! WAKTU ITU KAN KAMU NGILANGIN KASET SARAS DEWI AKU!!!”

“KAN WAKTU ITU UDAH AKU GANTI!!!!”

“IYA, TAPI GANTINYA BUKAN KASET SARAS DEWI!!!”

“TAPI ITU YG PALING AKU SUKA SAAT ITU! TRUS KAN AKHIRNYA AKU MATI-MATIAN NYARI KASET ITRU DAN KETEMU, TRUS MALAH KAMU YG NGILANGIN SENDIRI!!! “

Tuuuhhh kan mulai berantem lagi!

 

Saya memang menghilangkan benda kesayangannya saat itu. Entah bagaimana bisa saya menghilangkannya. Saat itupanik dan merasa bersalah luar biasa. Saya segera menggantikan dengan sesuatu yg paling saya sayang. Saya pikir, saya harus rela memberikan apa yg paling saya sayang untuk mengantikan apa yang sudah saya hilangkan. Itu pelajaran yg sungguh berarti bagi saya di masa putih-dongker saya. Padahal sebenarnya mungkin saat itu dengan mudahnya saya tinggal bilang ke Mama atau Papa bahwa saya menghilangkan kaset dia. Mungkin saat itu saya dinasehati oleh Mama dan Papa, dan mungkin Mama dan Papa akan mencarikan gantinya. Tapi saya pikir, dia terlalu istimewa, sehingga saya pun harus mendapatkan pelajaran istimewa. Bahkan saat akhirnya setelah mati-matian mencari k semua tempat dan memakan waktu berhari-hari, saya menemukan kembali kaset itu, saya mengembalikannya, tanpe peduli lagi dgn halkesayangan yg sudah saya berikan utk dimilikinya. Saya senang melihat dia menertawakan kekonyolan saya menebus kesalahan.

“…teman yang terhanyut arus waktu, mekar mendewasa, maih ku simpan suara tawa kita… kembalilah sahabat lawasku, semarakkan keheningan lubuk…” Dia bersenandung kecil sambil memainkan cangkir Kopi nya.

Saya melanjutkannya: “…hingga masih bisa ku raih dirimu, sosok yg mengaliri cawan hidupku, bilakah kita menangis bersama, tegar melawan tempaan, semangat mu itu…Lemmbayung Bali…”

“Salah!!! liriknya kebalik!! harusnya: Bilakah diriku berucap maaf, masa yg tlah ku ingkari.. cinta! aaahhh…kamu payah!”

Saya menahan tawa di dalam hati, saya hanya tidak bisa mengucapkan kalimat itu. “Iiiyyhhh…suka-suka aku donk! kan aku yg nyanyi!!!”

“ya lah…ya lah… ada lagi lagu yg best of the best!”

“apa?”

“..Kau datang hilangkan mendung yg selalu menaungi jiwa…” dia nyengir dan saya segera melanjutkan lagunya sambil tertawa…

“..kau pijaran jingga nyala yg menerangkan gulita kalbu…”

lalu berdua kita menyanyikan: “…Tak ku duga mimpiku tlah terwujud, kau disini ‘tuk lindungi jawaban atas cemas hati. Ku tau kalian tiada pernah bisa memiliki aku, tetapi arti C*ntamu teristimewa… KAU YANG TERMANIS DI DALAM KISAHKU, SUARA KEPERCAYAAN HATI. KAU SIBAK KENYATAAN MESKIPUN GETIR. KAU YANG TERMANIS DI DALAM KISAHKU AJARI MAKNA KEHIDUPAN. PERJUANGKAN ANGAN TIADA PUTUS ASA.BIJAKMU KAWAN YANG MENUNTUNKU...”

Mungkin, dia tidak tau saat saya menanyikan lagu itu, itu tulus untuknya, itu tulus tentangnya. Dia yang paling bijak, meski saya sering marah-marah atas bijak sikapnya itu.

Saya bisa lihat lelah dimatanya, tapi tidak dai perlihatkan. Saya bisa lihat bahunya yang kadang turun karena nyaris putus asa, tapi tidak pernah dia berkeluh tentang apa yg dijalaninya. Kalau saja aku dibolehkan menangis, aku sudah menangis sejadi-jadinya atas apa yg dijalaninya kini.Dan aku tau dia sangat kuat utk jalani ini.

“Yaw, aku kadang memang merasa sulit menjalani ini. Ini tahun berikutnya aku jalani ini, dan itu yg membuat aku semakin yakin bahwa aku pasti bisa menjalani ini!  Paiiiiittt banget Yaw, pait! Tapi yg kemaren aja aku bisa jalani kan?”

“Iya..iya… kamu kuat! aku percaya! kalau mau mengeluh, mengeluh aja. walaupun sebenarnya kita ga boleh mengeluh, kadang dgn mendengarkn keluhan org lain, itu bikin yg lain merasa lebih kuat. karena aku juga butuh dikuatkan.”

“Yaw, maaf, aku malah cerita kayak gini…”

“Ga, ga papa. Aku disini utk mendengarkan kamu, mungkin cuma itu yg bisa aku lakukan…”

“Itu sudah lebih dari cukup.”

Ya, bersamamu saja, bagiku sudah cukup bagiku. Biarlah ALLAH yg mencukupkan semuanya,karena ALLAH lah yg MAHA TAU, Maha Tau apa yang hambaNya butuhkan.

“Tau gak? Saat kamu mengambil jalan itu, aku benar-benar semakin yakin kalo kamu tu kuat. Kamu berani mengambil jalan itu disaat aku masih sibuk berbenah dan memersiapkan.”

“Aku juga maunya gitu Yaw. Semua orang maunya gitu.Dan selagi kamu masih punya kesempatan itu, persiapkan. Aku ga pernah mau kalo kamu sampe kehilangan kesempatan hanya karena kamu takut melewatkan kesempatan lain.”

BIJAKMU KAWAN YANG MENUNTUNKU…

—————————————————————————————————-

AAAYYYYYYeeeeeaaahhhhhh…. saya ga bisa bayangkan reaksinya kalo sampe dia baca ini, bisa-bisa di muncul di depan jendela saya, pakasa saya keluar utk getok kepala saya pake tas laptopnya! :p

Eniwei…saya cuma mau bilang ke dia. Suatu saat kamu akan lebih banyak membantu mereka yg telah mencabik-cabik harga dirimu.Membuatmu mengukur kota ini lebih teliti, mengetuk pintu dan berharap itu pintu menuju gerbang lain dari keadaan ini. Aku disini berasam si kecil itu…akan tetap tersenyum utk berusaha memberi lebih banyak. Bukan untuk memblas mereka, hanya utk buktikan bahwa kita juda bisa meberi dengan apa yg kita punya… (^_^)

Terharuuuuu…
Meski kita sering bertengkar, itu adalah bagian kisah kita..di zona Abu-Abu!

Singing: “…Lalui angin ku dengar R*ndumu. Di balik kereta yg melaju ku dengar debarmu. Seiringan gema bisikmu S*Y*NGIku… Ku lepas kau susuri perjalanan, perjuangan yg belum usai serentak, meski haus batin ini. Biar waktu menghalang ‘kan slalu ada ruang tercuri untukmu… Saat ia mengawang dengan lelah kecuplah matanya yg indah, layangakan… aku S*Y*NG dia hingga akhir….”

Ocehan tentang “Pendonor Tulang Rusuk”

Teeeettt..tererettttt…tettttt..teeettttttt!!!

Yap, berikut adalah sebuah tulisan saya yg ditulis lebih dari sebulanan yang lalu di Facebook saya. Karena cukup banyaknya respon yang datang tapi juga protes karena ga semua bisa baca dan meningalkan komentar, maka saya posting lagi isini ya… (*berasa punya banyak fans aja! huwahahahahahaha… ketawa membahana di puncak gunung sambil berkacak pinggang, dan peke kacamata kuda*). Terimakasih utk komen-komen utk catatan ini di FB, ga nyangka sambutannya sesyahdu itu… hahahahahahahha…

Alhamdulillah yaaaaah…

Now Enjoy it on My Blog, enjoy our flight with me!

06-08-2011, my secret room, 04.27 am

Hey!!!

Ya, kamu! Ga usah sibuk tolah-toleh kiri kanan, depan belakang, atas bawah!!

Ini tentang kamu!

kamyuuuuuu…

—————————————————————————————————

Obrolan tentang “Pendonor Tulang Rusuk”, mungkin emang ga ada habisnya. Saya sendiri tidak tau. Sampai seorang sahabat mengingatkan saya bahwa saya ini “tulang rusuk” lho! Yeaaaa…yeaaaa…yeaaaaa…

Beberapa waktu yg lalu pun saya membaca sebuah notes dari seorang Mba Weeke, masih tentang “Pendonor Tulang Rusuk”, saya pun terlibat dalam komen-komen disana! Saya suka!! Lucu, fresh, kita bangeeeeettttt! Huwahahahahaha…

Saya cukup tau diri kok bahwa saya ini “Tulang Rusuk”.

Hey…hey…aku “tulang rusuk lho!!!!

Menurut saya, (*dgn minjam beberapa istilahnya Mba Weeke*):

Mungkin saat ini “Si Pendonor Tulang Rusuk” sdg cukup mandiri dan terbiasa menjalani kehidupan tanpa “Tulang Rusuk”. Sementara si “Tulang Rusuk” merasa bahwa saat ini dirinya cukup kuat kok utk saat ini belum bergabung melengkapi bagian yang belum utuh, lagian “Si Pendonor” aja tenang-tenang aja tuh…berarti boleh donk ya saaat ini masing-masing menikmati dirinya dulu???

Mungkin begitulah yg terjadi. Seperti yg kita alami. Bersyukur atas apa yg telah, sedang, dan akan terjadi.

Ga mau mikir yang ribet-ribet!

Hanya mempersiapkan diri mudah-mudahan saat nanti menjadi bagian satu sama lain, ga ada lagi tuh yang namanya ada yg belum dijelajahi saat masih sendiri, ada yang belum terjangkau saat masih sendiri, ada yang belum dinikmati saat masih sendiri…

Nanti, kalo udah menjadi bagian satu sama lain, saat “Pendonor Tulang Rusuk” telah menemukan “Tulang Rusuk” nya yang hilang, semuanya telah menjadi tujuan sama-sama. Hal yang ingin dijelajahi sama-sama. Hal yang ingin dijangkau sama-sama. Hal yang ingin dinikmati sama-sama. Menanggung semuanya sama-sama. Semuanya sama-sama.

Dan saat itu “Si Pendonor Tulang Rusuk” baru akan tau bahwa sebelum ini dirinya belumlah lengkap!

Dan saat itu “Si Tulang Rusuk” baru akan menyadari bahwa dirinya tidaklah sekuat yang selama ini dia yakini!

Dan bagi saya secara pribadi: (*—> Tulang Rusuk yang masih merasa sok kuat! :p)

Bukan sekedar “Tulang Rusuk” biasa!

“Biarlah dulu masing-masing meyakini dirinya sendiri, mengenal Tuhannya, mempersiapkan bekal jiwanya, karena perjalanan berikutnya tidak sama dengan perjalanan sebelumnya apalagi yang selama ini hanya di “angan-angan”! Jangan biarkan pasangan menjadi tidak mandiri, biarkan masing-masing memberdayakan dirinya. Tapi juga bukan untuk main-main! Semua dalam tujuan yang jelas dan mantap. Kalau masih ingin main-main, ya sudah…main-main saja dulu. Kalo ingin mempersiapkan, maka berusahalah memberdayakan diri masing-masing. Karena InsyaAllah kehidupan akan terus berlanjut. Jika telah menjadi “bagian yang utuh” lalu tiba-tiba kamu tidak mampu memberdayakan dirimu sendiri…. beeeeghhhhh…saya ga tau apa yg terjadi! Akan menjadi sulit jika kamu akan menjadi sangat tergantung pada salah satu diantara “bagian yang utuh” itu. Karena semua tidak ada yang abadi. Allah-lah Sang Pemilik Waktu dan Ketetapan. Jadi, berdayakan diri kita utk apapun yang terjadi.”

Begitulah kira-kira pikiran “Tulang Rusuk” yang sok kuat!!!

Semoga “Si Pendonor Tulang Rusuk” di luar sana, cukup tabah menghadapi ini! :p

yang tabah yaaaaaa..!

Berusahalah utk lebih mandiri dan nikmatilah hidup ini…

InsyaAllah… suatu saat nanti, kita akan saling mengisi bagian yang hilang itu… Biarkan Allah menuntun jalan utk kita, biarkan kita dipertemukan hanya karena Allah, biarkan kita dijadikan “bagian yang utuh” hanya karena Allah, biarkan kita dipisahkan hanya karena Allah…

Biarkan kita memberikan kesempatan bagi diri kita masing-masing untuk InsyaAllah menjadi pasangan di dunia dan akhirat…

Jika nanti kita dipisahkan lagi di dunia, semoga Allah mempertemukan kita lagi di akhirat sebagai pasangan lagi… :)

Dan saat itu semua terjadi… InsyaAllah kita mampu memberdayakan potensi diri kita masing-masing dalam kodratnya… :)

Amin ya Rabbal Alamiin..
*SELAMAT MEMBERDAYAKAN DIRI!!! SELAMAT MEMPERSIAPKAN DIRI!!! SELAMAT MENYAMBUT KETEMUNYA “BAGIAN YANG HILANG”!!!*

*Di ujung sana terdengar teriakan sahabat saya: “Aku yakin di suatu tempat sana, “si pendonor tulang rusuk” yang ada dihadapan aku ini sdg bertanya-tanya kemana perginya “tulang rusuk”nya???!!! Padahal dia udah mempersiapkan semuanya!!!”

Dan saya dari ujung sini balas berteriak: “dia kira aku sdg hilang kemana???!!! Aku disini juga udah mempersiapkan diri!!! Plis deh ga usah lebay!!!!”

——> *di lempar tulang sop tunjang!

 

 

(*notes yang ditulis dgn iringan salah satu lagu favorit saya: “Abdul and the Coffee Theory – Aku Suka Caramu”

Ayyyyyoooooo…bawakan secangkir kopi, sebatang coklat, dan jendela yang terbuka di pagi hari. Biarkan aroma kopinya kita nikmati dan berbagi dengan semua… :)

Sampai Jumpa!

Hellow, Shiny Morning!

Hellow, Shiny Morning!

It’s a wonderfull shiny morning!

Sinarnya yang berseri-seri itu adalah milik Allah. Menerpa ku, menerpa kita semua, untuk tetap membuat kita terjaga dan siaga mengabdi padaNya.

It’s a wonderfull shiny morning!

Membangunkan dari gelap yang menyelimuti, mendekap terlalu lelap, dan terkadang lupa segalanya.

Saya suka pagi…
Saya suka siang…
Saya suka senja…
Saya suka malam…

Dan ini adalah Shyning Morning!
Yang membuat terlonjak penuh semangat menyambut dan meninggalkan lelap tidur yang kadang terlalu melelapkan. Membuat lupa utk terjaga di sepertiga waktu milikNya.

It’s shiny morning!

“Come…come…come!
Dance all day and night long!
Dance with the rain, and stand up your soul!”

We have the past, and we have a future! WE still HAVE OUR FUTURE!!!!!!

Tentukan target dan penuhilah hatimu dengan Iman. (^_^)

“Wah…napak!!!!”

Saya memang menunggu pintu diketuk dengan bersahaja, penuh hikmat dan dengan cara terhormat… Tentunya dengan Ridho dan berkah Allah SWT…

Tralaaaaa..laaaa..laaa….dibidubidaaaaaam….

Dan kenapa kamu??!!
Aaahhhh…tentunya saya salah lihat! Tentunya saya berhalusinasi mendengar ketukan! Tidak…tidak…tidak…ga mungkin! (*sambil geleng-geleng kepala*)

“Wooooyyyyy!!! Buka donk!!! Berat nih!!!”

Huueeee??? Lho??? Beneran ada orang ya di luar??!! Dengan malas-malasan saya buka juga.

Siapa siiihhhh..teriak-teriak nagih utang?!

“Wah…napak!!!”
(*begitulah kalimat manismu sambil menunjuk ke kakiku!*)

Astagfurullahaladziim!!!! waaatttttaaaaa….!!!

Dan pintu terbanting di depan hidungmu harus kamu terima dengan lapang dada sebagai sambutan meriah dari saya!

“Deeeuuuuh…gitu aja marah!! Sejak kapan turun dari pohon? Paku di kepalanya udah kecabut ya? Ato lupa makan menyan?!”

“Mau ngapain kesini?! Kalo udah ga ada urusan, silahkan keluar sendiri!”

“Kalo boleh milih ga kesini, aku juga ga mau kesini! Ga asik ah liat kamu ga nangkring di atas pohon lagi! Ga eksotik lagi!”

“Hellllloooowwwww?? Aku ini udah jadi Perempuan Dewasa sekarang!!!”

Now,I am an adult woman!

“Oooooo….sejak kapan jadi Perempuan??!!”

Selalu menyebalkan!! Selalu mengesalkan!! Selalu memuakkan!!

Saya ini Perempuan Dewasa sekarang!
Okaaayyyyy…duluuuuuuu…duluuuuuu saya emang suka nengkring di atas pohon sambil teriak-teriak! Itu duluuuuuuu! (*ngambeg, membanting diri di sofa*)

Weeeeek…!! Ga bisa ya kalo liat saya seneng dikit!! Saya bukan anak KICIN lagi!!! Saya udah BECAN!!! weeeeekk…weeeek….

“Nah, kalo diem gini kan manis… Suka deh!”

“Aku diam bukan berarti seneng ya, ini sdg nyusun rencana pengusiran roh jahat!”

“Widiiiihhhh…segitunya, tar kalo kangen gimana hayyyooo??!!”

“NEVER! Sanah pegiiii…pegiiiii…hush…hush….jangan deket-deket! Saya ga mau kalo dikirain kenal sama kamu!”

“Huwahahahahaha!!! Gini nih…akhirnya beneran napak! Alhamdulillah…”

“Apaan sih? Ngigo???!!” (*menatap dengan sewot*)

Kesiaaaann..beneran ngigo ni orang!

“Nyadar ga, terakhir kali berantem kayak gini nih rasanya udah lamaaaaaa! Sejak mendadak kamu ngawang gentayangan ga tentu, kamu bener-bener hilang!”

“Wah, beneran ngigo ni orang!”

“Aku serius nih! 3 tahun kehilangan kamu yg ini! Kamu ada, ga ngilang, tp juga ga ada, hilang. Bahkan tahun lalu, waktu kita ga sengaja ketemu hari itu, ingat gak aku bilang apa yg bikin kamu diem?”

“Gak.” (*cuek sambil main Hape*)

Sori, saya sibuk! :p

“Begh!!! Apa sih yg bisa kamu ingat? Herrrrraaaannnnn!! Waktu itu bukan cuma aku, teman-teman kita semua bilang bahwa waktu itu bukan kamu. Kamu menjadi sangat lemah! Kami kehilangan galag-nya kamu, konyol-nya kamu. Bahkan kamu ga punya tenaga hanya utk marah sama kita.”

Deg! Yap, benar…saya memang ada, tapi juga tidak ada. Waktu itu saya hanya ingin menjadi manusia BIASA. Dan semua meyakinkan saya bahwa saya BERBEDA, dan tidak perlu ingin menjadi manusia yg SAMA dengan yg lainnya. Sedikit Istimewa, mungkin.

“Oooohhh…waktu itu! Hewhewhew…”

“Kok malah ketawa? Itu saat paling memprihatinkan tau gak? Aku pikir ga akan menemukan kamu lagi di dalam dirimu. Ga kebayang harus menghadapi kamu yg begitu.”

“Emang waktu itu aku segitunya ya?”

“Iye, parah!”

“Kyehewhewhew…tapi itu berhasil bikin aku jadi begini sekarang, lebih perempuan… Xixixixixixixi…” (*ketawa centil sambil kedip-kedip*)

Jduuuuuuggggg!!! Dia lempar kardus ke kepala saya! Benar-benar MANIS!

Sakiiiittttt, tauuuuukkkk???!!!

“Walopun sejujurnya aku malah lebih suka kamu yg nangkring di pohon sambil teriak-teriak, kamu yg marah-marah, kamu yang ngototan, kamu yang ambisius, kamu yang ga mudah menyerah, kamu yang kelewat semangat nyaris hiperaktif, kamu yang tegas, kamu yang ceria-nya overdosis, kamu….kamu…yang…diam-diam sebenarnya romantis…” (*sambil menatap saya dari sudut matanya yg berusaha tetap seolah memandang ke depan, bukannya ke saya yg berada di sisinya.)

Saya benci!!!! Benci begini!!! Saya ini memang ga ngerti urusan begini-beginian! Saya ga mau jadi korban perasaan!! Memuakkan! Tapi mengapa saya bergetar juga??? Benciiiiiii!!!!

Gombaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalllllllllllll….!

“Udah gombalnya? Kalo masih mau lanjut, aku mau pake hetset dulu nih!”

“Kamu memang punya masa lalu, tapi kamu juga punya masa depan…”

“Hey!!!! Itu kan kalimat dari aku utk kamu waktu ituuuuuuu! Bayar royalti dulu kalo mau nyontek!”

“Memaafkan adalah wujud rasa pada yang kurang bahagia, sebab orang yang cukup bahagia ga mungkin menyakiti… Itu yg aku dapat dari kamu. Kamu yg diizinkan utk marah, bahkan diminta utk marah, tapi kamu malah tersenyum dan memberikan doa tulus sepanjang hidupmu.”

“Hmmmm??? Bagus, ga sia-sia aku udah pelihara kamu sampe kamu lumutan begini! Huwehewhewhew…”

Good Boy, terharu dweeehhhh…

“Hahahahahah…selamat menapak ya… Aku benar-benar bahagia kamu sudah menapak lagi sekarang.”

“Tolong bantu aku ya utk tetap menapak.”

“Wah… Ga janji!!! Kan berat banget!”

“Ga sopan!” (*giliran saya yang lempar kardus ke dia*)

Ga sopaaannnn!

“Kalo pun kamu mengawang gentayangan lagi, aku dan semua org yang sayang sama kamu akan memegangi talinya lebih kuat… Trust me, you are Lovable, you are strong! Hold my words!”

“Flyng without wings ‘eh??”

“Huwahahahaha, iya…kamu ga perlu sayap kan?” (*mengerling penuh maksud pada saya*)

“Iya, ga perlu, kan aku udah ada kamu!”
(*sambil menghentakkan kaki ke lantai*)

“Wah… Napak!!!! Hahahahahaha….”
(*sambil menunjuk kaki saya*)

“Hewhewhewhew….”

Dan kita saling menghentakkan kaki kita yang menapak dan siap melambungkan kita menanjak lebih tinggi….Bismillahirrahmanirahiim… (^_^)

Yippieeeee!!!!

—————————————————————————————————-

*yang tidak diduga, di dalam kardus itu ada Roti Manis Lapis yang berwarna-warni dengan aneka rasa, yang diantara lapisan Rotinya terdapat kembang gula selembut “awanputih” diantara “langitbiru”.
Dan terakhir kali menikmati ini adalah saat di Taman Kanak-Kanak-ku bersamamu… :)

Ooooowwwwwhhhh…terharuuuuu…terharuuuuu…. 

Dan kali ini biarlah lagu Tompi – Aku Jatuh C*nta menutup tulisan kali ini…. (^_^)

Hari ini aku telah jatuh C*nta, tak kan mampu aku menyangkalnyaaaaa, jatuh C*nta kepadamuuuuu! sosok yg sering menjengkelkan aku! sering menggangguku! kau permainkan rasa hatikuuuuu!! namun kini aku berbalik, jatuh C*nta dan bernyanyi…. Laaaaa…. laaa…. laaaa…. (┌’⌣’)┌♥┐(‘⌣’┐)
Akuuuuu… Jatuh C*nta kepada dirimuuuuu… orang yang tak pernah ku bayangkan! Tak pernah ku impikan! (┌’⌣’)┌♥┐(‘⌣’┐)

Ayaw yg sedang berjalan menujuNya.

Laporan Penelitian (*ga sengaja dan iseng, harus dibaca sampai selesai, agar ketemu kesimpulannya*)!!!!!!!! !@#$%^&*()

Assalamualaikum…

Hayyyoooo jangan pasang wajah serius gitu ah karena baca judul notes ini!

Berikut saya bersama partner in crime saya, Kak Ita, mau (* mau lho ya…bukan sekededar ingin!*) melaporkan hal-hal yang secara tidak sengaja dan iseng menjadi perhatian tidak sengaja kami selama menjelang bulan Ramadhan yang InsyaAllah akan segera kita sambut dan isi dengan rasa syukur, peningkatan ibadah, intropeksi diri, taubat, dan kekuatan kita utk menjadi hambNya yang lebih baik…

Yeeeaaaahhh…selama lebih kurang seminggu terakhir ini saya dan Kak Ita “harus” atau lebih tepatnya “mengharuskan” diri untuk melanglang buana kesana-kemari seperti gasing yang entah kapan berhenti. Sebentar kita bisa muncul disini, sebentar kita bisa muncul disana, (*sok*) sibuk sekali! :p

Berawal dari keterkejutan kita ketika kita melintasi jalan “tikus” utk menghindari kemacetan.  Yang ada kita malah terjebak macet betulan!!! Mobil parkir seenaknya dimana-mana, sepeda motor nyempil dan meliuk-liuk di kiri dan kanan. Remaja-remaji…(*halah…bahasa apa ini???!!*), baiklah..saya ralat: Muda-mudi berbusana rapi menyandang kitab Suci… (*lha…kok malah jadi nyanyi kasidah-an??!!*). Ummmmmh…pokoknya maksudnya ya gitu! Rrrrrrruuuuaaaammmeee banget oraang-orang berbusana muslim. Bawa-bawa air dalam kendi atau botol, bawa kembang, sibuk sekali (*kali ini mereka beneran sibuk, ga kayak saya dan kak Ita yang “pura-pura” sibuk, padahal udah muntah-muntah karena kerjaan yg silih berganti!!*)

Saya dan kak Ita bingung celingukan ada apa gerangan yg terjadi? Mungkinkah penyamaran saya dan Kak Ita selama ini sudah terbongkar?? Mungkinkah mereka semua sudah tau bahwa kita adalah Ranger Pink dan Ranger Kuning? Mungkinkah mereka fans-fans kita berdua? (*semoga mereka segera waras! Dan tidak pernah membaca semua ini.*) Ternyata…ooowwhhhh… ternyata.. dii seberang jalan di depan sana setelah tikungan sebelah kanan yang ada pohon kamboja besarnya adalah sebuah tempat Pekuburan. Dan kita berdua langsung ngeh.. (*”ngeeeeeehhhh….” Begitulah kira-kira bunyinya*) bahwa orang rame-rame itu bukanlah fans kita (*nangis dengan kecewa…*), mereka adalah para peziarah. Rrrrrrruuuuaaaaammeeeee banget!!! Kayak orang demo! (*bukan demo masak! Oooowwwwhhh…plis deh! *nepok jidat pake Teflon*).

Yap, karena sebentar lagi kita semua InsyaAllah akan memasuki bulan Ramadhan, serentak rame-rame semua orang ziarah ke Kuburan Keluarga, Sanak, Saudara/I, Famili, dan Sahabat. Cukup haru saat kami melewati suasana yang rame dan hiruk pikuk itu. Kita berdua terdiam, tidak sanggup saling berkomentar apa-apa. Di kiri dan kanan banyak penjual kembang dan air dalam kendi dan botol. Kita terdiam… (*bukan nahan kentut!!! Pliiiiiiiiiiissssss deh ya!!!!*) Kita hanya tidak tau mau ngapain selain jalan terus dan tidak mungkin terkurung dalam kemacetan.

Setelah kita melepaskan diri dari kemacetan, barulah kita saling berkomentar tentang apa yang baru saja kita lihat. Yap, ternyata kita berdua sama-sama belum pernah dalam kondisi seperti itu. Kita memang Ziarah, dan itu tidak harus menjelang Bulan Ramadhan. Dan kita kalo ziarah ga bawa kelopak-kelopak kembang dan air dalam kendi seperti itu. Kita kalo ziarah: Membersihkan sekitar Kuburan, Membacakan Surat Yasin, Berdoa, kemudian melanjutkanmengirimkan  doa dan Ayat-ayat  Suci dari tempat di manapun kita berada. Kita benar-benar ga ngerti dgn apa yang telah kita lihat. Mungkin memang begitulah cara mereka mengungkapkan rasa sayang dan kerinduan pada mereka yang telah “dipanggil” oleh Allah SWT. Kita ga mau ambil kesimpulan apa-apa tentang apa yang kita lihat, kita hanya mau mencari tau tentang cara berziarah dan mengirim doa yang seusai dengan ajaran agama kita, yaitu…Islam. Kadar pengetahuan tentang Islam saya memang masih tipiiiiiiiissss, dan saya tetap ma uterus mencari tau, dan memahami. Tolong bantu saya…

Jika apa yang kami lihat itu adalah tradisi, kita pun ga bisa bilang apa-apa, jika memang begitu caranya mengungkapkan rasa sayang dan rindu mereka… intinya ternyata fenomena ini kita temukan dimana-mana, dan membuat kita terjebak macet lagi…lagi…dan..lagiiiiiiiii…

Next: Kami menuju ke sebuah tempat perbelanjaan. Bukan pasar, dan bukan pula Mall!! (*bulan tua jeng!!!! Dompet bengek-bengek!!*) Kita hanya inign survey harga dan trend terbaru. Dan kebetrulan kak Ita mau beli beberapa pesanan dari pemesannya.. (*anggap sajalah begitu, saya susah jelasinnya, yg jelas Kak Ita ini selain partner in crime saya, juga partner in Business saya! :p)

Begitu kita sampai di tempat belanja, Astagfirullahaladziim…!! RRrrrrruuuaaammmeee laur biasa!!! Antrian parkirannya panjang! Masyarakat memang semakin konsumtif, begitu juga yang saya alami. Akhirnya kami dapat tempat parker dengan maksa nekat nyempil di antara sepeda motor orang! Untung aja body kak Ita minimalis… (*ga tega nulis “Body Tipis”, beneran deh…saya ga tega nulis “TIPIS”!!*)

Sesampainya kita di dalam tempat perbelanjaan… Astagfirullahaladziim!!! Ini bahkan lebih heboh dari pada nyari parkiran! Bayangkan aja, jika satu sepeda motor = 3 pengunjung, dan 1 mobil keluarga =  8 pengunjung, dan 1 minibus = 14 orang… bayangkan jika parkiran berlantai 3 itu full, bahkan masih banyak sepeda motor, mobil keluarga, dan bus yang parker sampe beberapa meter di sekitar tempat perbelanjaan!!

Mendadak saya dan kak Ita udah mulai lemes duluan! Tapi, sebagai “Personal Private Buyer” yang Profesional, kita ga mau mengecewakan pemesan. Kita tetap (*teler*) mencari dan men-survey barang-barang pesanan! Beeeegghhhh!! Bener-bener ga bisa jalan!! Penuh sesak! Akhirnya kita malah ga beli apa-apa! Karena shock terhadap harga yang ditawarkan!! Udah nyaris 3 kali lipat! Contoh: baru beberapa hari yang lalu saya beli salah satu pakaian dengan harga 50 rupiah, lhaaaaaa….sekarang harganya udah naik menjadi 125 rupiah! Kita nawar donk…(*sampe tegang urat leher sama si penjual, dan disumpah serapah oleh beberapa took karena nawar gila-gilaan!*) dan mentoknya di harga 95 rupiah!

Kita shock!! Kita pulang dengan wajah pucat pasi (*belum makan, bo!!!*)

Akhirnya kita atur strategi lebih okeh! Kita datang lebih pagi! Bahkan pas di detik-detik tempat perbelanjaan itu buka! Kita leluasa dapet tempat parkiran. Kita sedikit lebih leluasa clingak-clinguk mencari dan survey barang. Yap…meskipun harganya menggila, akhirnya Kak Ita dapetin apa yg dipesankan padanya. Sedangkan saya tetap pulang dengan gigit (*jari kaki*), karena dompet jebol dan belum gajian! Cukup nelan ludah dan jongkok sambil pasang wajah mengiba saat kak Ita mulai berputar-putar sambil senyum-senyum nyobain berbagai Gamis, Mukena, Jilbab, dll…

Saya hanya mampu belikan Inner Ninja utk pemesan saya, maklum sdg musim Panceklik, jadi belum bisa memuaskan hasrat pemesan.

Sebelum kami pulang, nyempatin diri utk makan dulu, (*ga mau pulang dgn pucat pasi lagi!*). Kita malah sibuk sendiri ngecek sms di h sendiri yg ga berenti bunyi. Isinya tentang SMS permohonan maaf lahir dan batin menjelang bulan Ramadhan. Kita berdua malah belum maaf-maafan… (*tar aja maafan-nya, takut bikin dosa lagi! Abis kita sering bbgt cela-celaan! Kalo minta maaf itu kan harus Ikhlas dan berusaha memperbaiki diri utk ga ngulanginnya lagi! Lhaaaaa…gimana kalo abis maafan kita malah salling cela-celaan lagi… kita sih ga masalah, udah nyantai aja becanda keterlaluan kayak gitu… hewhewhewhew…*). Saya sendiri belum membalas semua sms yg masuk (*sdg hemat pulsa oyyy!! Tar ya kalo udah gajian dan cukup utk beli pulsa, InsayaAllah semua sms yg masuk tentang “maaf-memaafkan”, saya balas dweehhh!*) beberapa memang ada yang sudah saya balas, bukan bermakasud pilih-pilih, tapi tergantung “keperluannya”, yang kira-kira segera butuh tanggapan maaf dari saya, segera saya balas, atau yang kira-kira seharusnya saya-lah yg pantas meminta maaf duluan maka segera saya balas. Sedangkan yang kira-kira akan saya kirimkan dengan SMS maa-maafan khas saya, tungguin ya kejutan dari saya… J yang jelas saya mohon maaf atas segala kata, sikap dan tingkah saya yang selama ini sering melukai hati saudara-saudari semua…

Tentang maaf-maafan ini pun menjadi topik pembicaraan saya dan kak Ita. Emang sih, kita harus segera minta maaf jika kita menyadari bahwa kita telah dengan sengaja ataupun tidak sengaja melukai hati orang lain. Emang ga harus menjelang bulan Ramadhan sih… tapi ya ga ada salahnya kita tetap saling maaf-memaafkan. Dari pada ga pernah saling maaf-memaafkan kan?? Hayyyoooo!!

Dan sebenarnya masing-masing saya dan kak ita mendapatkan beberapa SMS dari orang-orang yg membuat kita bingung. Kita sudah memaafkan semuanya dari dulu kala…. Bahkan merasa tidak ada masalah apa-apa. Kita sudah menerima semuanya, bahklan mencoba memaafkan diri sendiri utk sempat merasa terluka. Yang sebenarnya mungkin itu bukan luka, hanya proses menuju bahagia. Dengaan hal-hal yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi, semuanya adalah rencana Allah. Kita hanya tetap bersyukur dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan begini, mudah-mudahan kita tau bahwa kita justru sebenarnya telah bahagia karena mengalami ini.. J

InsyaAllah…apapun yg terjadi nanti, kita tetap mampu mempertahankan senyuman…

Kita saling tersenyum, dan mengerti apa yang sedang kita alami… lalu ngakak…bahwa ini menjadi sangat lucu…melihat wajah konyol kita masing-masing, dan menyimpan sendiri hal-hal yang tidak perlu orang lain tau, meskipun bertubi-tubi sesuatu yg “serentak” mendatangi masing-masing saya dan kak Ita.

Tentang saya…cukup saya dan Allah saja. Tentang kak Ita, cukup Kak Ita dan Allah saja.

Tidak perlu bertanya atau mencoba dikorek lagi…

 

Saat di perjalanan pulang, seperti biasa, kita berdua ngakak-ngakak ga jelas dan saling ngoceh-ngoceh seperti orang kesurupan! Kita berdua ngobrol tentang hal-hal yang telah kita alami beberapa hari ini. Tentang fenomena-fenomena yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Hingga muncullah ide utk menuliskan “Laporan Penelitan Ga Sengaja dan Iseng ini”, yaitu hal-hal menarik (*menurut kita sih lumayan menarik*) menjelang Bulan Ramadhan. Padahal yang jauh lebih menarik dari ini semua adalah bagaiaman kiat tetap bersyukur, intropeksi diri dan tetap berusaha menjadi lebih baik dalam menjalani, mengisi, mengakhiri, dan mudah-mudahan bertemu lagi dalam Bulan yang penuh berkah… Bulan Ramadhan…

INTI DARI CERITA NGALOR-NGIDUL DI ATAS ADALAH:

“Laporan Penelitian ga Sengaja dan Iseng – Beberapa fenomena yang terjadi pada masyarakat menjelang Bulan Ramadhan. (*menurut Ayaw dan Rasita*)

  1. Tempat Pekuburan akan menjadi ramai oleh peziarah.
  2. Penjual kembang dan air dalam kendi menjamur! (*maksudnya bukan menjadi jamur lho ya!!!!!*)
  3. Entah kenapa banyak sekali org2 yg membawa ember, kaleng atau bungkusan permen, mengharap belas kasih dengan wajah sendu… (*entah sendu beneran atau SENeng DUit, saya berharap apa yang mereka dapat benar-benar menjadi berkah untuk mereka dan org yang memberi…*)
  4. Jalan menjadi macet.
  5. Harga menjadi melambung tinggi.
  6. Trend terbaru mulai bermunculan, semakin dekat hari Lebaran, semakin banyak trend bermunculan.
  7. Beberapa stock barang mendadak menghilang dan mendadak muncul lagi dengan harga yg lebih tinggi, mau ga mau ya beli…!
  8. Dehidrasi!!!
  9. Tempat parkiran menjadi rebutan, bahkan bisa memicu pertengkaran antara pemakai lahan parkir!
  10. Penjual mendadak jadi lebih emosional!
  11. Kamu harus segera isi pulsa utk saling berkirim sms “maaf-maafan”.
  12. Kamu harus siapin mental utk menerima sms dari org-org tak terduga.
  13. Bingung mau bales apa utk org-org tak terduga.
  14.  Dan lain-lain… (*tolong ditambahkan sendiri, pegel bo ngetik segini banyak!*)

Saran yang saya berikan utk fenomena di atas:

  1. Sebaiknya tidak melewati jalan yang ada tempat Pekuburannya, apalagi kalo malam dan sednirian! (*kalo masih nekat, resiko ditanggung pemenang!*)
  2. Jangan coba-coba membeli kelopak-kelopak bunga dan air dalam kendi tersebut jika belum butuh, masih banyak peziarah yang membutuhkan! Lagian ngapain juga beli itu kalo ga butuh? Mau mandi kembang tengah malam? Jangan kau lakukan kalau hanya mengharap maaaaaaaffffff dariiiiiikuuuuuu… (*jyyyaaahhh..malah jadi nyanyi lagi!*)
  3. Tangan  di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Bersedahlah dengan sembunyi-sembunyi. Cukup Allah saja yg menjadi saksi bagimu. (*entah kenapa, yg saya lihat, kalo seseorang member ke salah satu org yg membawa kaleng, ember, atau bungkusan permen itu, mendadak si pemberi menjadi dirubungi dan diikutin secara pakasa oleh pemegang ember, kaleng, dan bungkusan permen lainnya… DILEMA….*)
  4. Udah jelas jalan macet, masih aja keluar!
  5. Wah, kalo yg ini mah, saya belum punya kekuatan untuk mengendalikan harga… semoga saja ada kebijakan dari mereka yg diamanahkan. Dan semoga mereka diberi kekuatan untuk kuat menjalankan amanah yg diberikan. Amin.
  6. Ada 6 (*bagi yang ga tau angka, nih saya tulisin: ENAM *) option utk saran di nomor ini:
    • Kalo butuh dan cukup utk beli, ya beli.
    • Kalo ga butuh, ya jgn beli! (*gitu aja repot!*)
    • Kalo butuh dan kurang cukup, coba liat di toko sebelah, siapa tau ada yg lebih cukup utk dibeli.
    • Kalo ga butuh tapi cukup utk membeli, nabung aja sonooooo!!! Repot bgt yak lu?!
    • Kalo butuh, tapi ga cukup, coba liat dompet temenmu, siapa tau bisa diutangi! :p
    • Kalo ga butuh dan ga cukup… REPOT BANGET YA NI ORANG!! DI RUMAH AJA SONO!!!!

    7. Saran utk point ini silahkan arahkan kursor anda pada point nomor enam di atas, lalu  blok semua poing “A sampai F” tersebut di atas, lalu tekan tombol “CTRL + C”, letakkan kursor pada bagian kosong berikut ini dengan menekan tombol “CTRL + V”

 

 

 

 

(*selamat mencoba utk point nomor 7!!! *)

 

8.  Bawalah minuman dalam tas anda! Ato kalo perlu, kayak kak Ita!! Bawa botol minuman berisi Susu Kedelai!! (*niat banget yak???!!!*)

 

9. Tetap cool dan tenang walau dalam kondisi emosi, kecuali jika muali main fisik, atau sepeda motor anda digulingin secara paksa, anda diperbolehkan mengeluarkan tenaga dalam anda! (*itupun kalo punya tenaga dalam, bagi yg belum punya, ada baiknya belajar dari sekarang! Trust me! )

 

10. Pasang tampang manis dan tutur kata yang cute, anggap aja anda berhadapan dengan org yg sdg PMS. Pahamilah mereka, karena sesungguhnya penjual juga manusia… (*hayoooo?? Mau lanjutin jadi lagu lagi ya??? Weeeeekkkk….ga deng!! *) Terkadang pembeli juga harus menjaga Raja yang Bijaksana…

 

11. Beghhhhh…kalo yg ini mah saya belum bisa kasih saran, kecuali kamu yg sdg baca ini dengan sudi kiranya mengisikan saya pulsa agar saya bisa kasih saran langsung ke nomer hape kamu!

 

12. Siapin mental! Anggap aja kamu tuh punya banyak salah sama orang (*emang banyak salah kok!!!!*), jadi kalo ada yg minta maaf dan kamu ngerasa dia ga salah, ayo segera minta maaf kembali! Ato kalopun kamu ngerasa bener (*keras kepala!*) ya sudahlah…ayo meaafkan! Di jamin ga ada ruginya! Bukankah maaf-memaafkan itu adalah proses kita utk saling berubah menjadi lebih baik dan berusaha utk tidak mengulangi hal yag sama?! Jadi kalo kamu keras kepala dan merasa benar, ya sudah..maafkan saja, dengan begitu berarti dia sdg berusaha memperbaikiu dirinya menjadi lebih baik dan berusaha utk ga mengulangi lagi. Nah, kalo kamu malah ga mau maafin karena kamu merasa benar, hayooo tindakan siapa yang salah?? Sekarang saya Tanya kamu deh: SALAH SIAPA? SALAH GUE? SALAH TEMN-TEMEN GUE??!! (*dialog AADC mode on*). Salah dan Benar pada masing-masing kita itu berbeda lho…ayo saling memahami…

 

13. Kenapa bingung? Dia adalah idola kamu ya? Dia adalah mantan gebetan kamu waktu sekolah atau kuliah ya? Dia adalah orang yang pernah kamu tolak C*ntanya ya? Dia adalah orang yang pernah menolak C*ntamu ya? Dia adalah orang yg pernah bikin kamu terluka secara fisik ataupun batin ya? Dia adalah mantan sahabat kamu ya? Dia adalah orang yang paling kamu benci ya? Dia adalah orang yang paling kamu kagumi ya? Dia adalah orang yang diam-diam meratiin kamu ya? Dia adalah mahasiswa atau siswa kamu ya? Dia adalah pacarnya sahabat kamu ya? Dia adalah selingkuhan kamu ya? Dia adalah org yg pernah mengkhianati kamu ya? Dia adalah mantannya pacar kamu? dia adalah selingkuhan pacar kamu? (*BEGHHHHHH! CAPEK!!!!*) SIAPAPUN DIA, AYO SALING MAAF MEAAFKAN! AYO KITA SAMA-SAMA BACA LAGI TUH POINT NOMER 12!

 

14. Lho??? Point yang ini sarannya apa ya? Saya jadi bingung! Lain kali aja ya…

 

HOKEH…SEPERTINYA SAYA SUDAH TERLALU PANJANG CUAP-CUAP MELALUI TULISAN… (*udah lama ga posting di blog ini, eh….sekali nya posting, bawel banget yak??!!*)

IZINKAN SAYA MEMOHON MAAF ATAS SEGALA KATA, SIKAP, GESTURE, YANG MEMBUAT SAUDARA-SAUDARI TERLUKA.. SUNGGUH SAYA BERUSAHA UTK TIDAK PERNAH BEGITU… BERI TAHU SAYA JIKA SAYA SALAH, AJARI SAYA UNTUK MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK…

IZINKAN SAYA MENGUCAPKAN TERIMAKASIH UTK SEGALA KEBAIKAN, PERHATIAN, PENJAGAAN, KETABAHAN, KEKUATAN, KEMAAFAN, PENGERTIAN PADA SAYA

(*ini juga utk saudara-saudari yg telah mengirim SMS, EMAIL, CHATTING protes, pertanyaan-pertanyaan, pernyatan-pernyataan, dan penantian-penantian, akibat terlalu lamanya tidak ada postingan baru di blog ini. Percayalah, InsyaallaH jika allah meridhoi, saya akan tetap menulis!*) tanpa kalian semua… saudara-saudari saya, apalah artinya saya…

I do not Change, just responding the Changes… Langitku tetap biru dan awanku tetap putih… mohon tetap ajari saya…

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan…

Semoga Allah selalu melindungi kita, membukakan hati kita utk menerima petunjukNya, memberikan kekuatan pada kita utk menjalankan perintahNya, memberikan kita kekuatan untuk mneghindari laranganNya… amin ya Rabbal Alamin.

Wasallam……………………………………………..

—–Ayaw Jeweltz—–

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.